Masjid di Atas Kuburan


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Masjid di Kuburan

Ustadz, apakah sahih hadis tentang perintah Rasulullah kepada Ali bin Abu Thalib untuk membuat kuburan-kuburan yang tinggi rata dengan tanah dan apakah ada larangan membangun masjid di atas tanah yang di atasnya ada makamnya? Bahkan, ada yang sengaja memasukkan makam tersebut ke dalam area masjid karena dianggap makam orang saleh. — Hamba Allah

Jawaban :

Hadis dimaksud mungkin hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Tirmizi, al-Baihaqi, al-Nasa’i, dan Abu Daud. Dari Abu al-Hayyaj al-Asadi dia berkata, “Ali bin Abu Thalib berkata kepadaku, `Maukah kamu aku utus sebagaimana Rasulullah mengutusku? Hendaklah kamu jangan meninggalkan patung, kecuali kamu hapus dan jangan pula kamu meninggalkan kuburan yang ditinggikan kecuali kamu ratakan.’“ ( Ini lafaz dari Muslim ).

Ini adalah hadis sahih yang diriwayatkan para ulama hadis. Imam Tirmizi ketika meriwayatkan hadis ini dalam kitab Sunan Tirmizi yang menyebutkan bahwa Imam Syafi’i mengatakan, “Saya membenci kuburan yang ditinggikan kecuali sekadar untuk diketahui bahwa kuburan itu agar tidak diinjak dan tidak diduduki.“

Mengultuskan atau pemujaan yang berlebihan kepada orang saleh merupakan pintu gerbang syirik. Kesyirikan pertama terjadi di muka bumi adalah pada masa Nuh. Saat itu, ada orang saleh yang dikultuskan dan dipuja secara berlebihan, mereka adalah Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr. ( QS Nuh [71] : 23 ).

Adapun tentang membangun masjid di atas kuburan maka sangat jelas dan banyak sekali hadis Nabi SAW yang melarang dan menegaskan bahwa itu merupakan perbuatan kaum Yahudi dan Nasrani yang mendapat laknat dan diperangi oleh Allah SWT. Sebab, mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat untuk beribadah.

Di antara hadis Nabi SAW itu diriwayatkan Abu Hurairah. Ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT melaknat kaum Yahudi dan Nashara karena mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid ( tempat ibadah mereka ).“ ( HR Muslim ).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Allah SWT memerangi kaum Yahudi karena mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid (tempat ibadah mereka).” ( HR Bukhari dan Muslim ).

Aisyah dan Abdullah bin Abbas mengatakan, “Ketika kematian datang kepada Rasulullah SAW, beliau mulai meletakkan kain wol bergaris-garis pada wajah beliau sewaktu beliau susah bernapas karena itu, beliau membukanya dari wajahnya, ketika dalam keadaan demikian, lalu beliau mengatakan, ‘Laknat Allah atas orang-orang Yahudi dan Nasrani karena mereka menjadikan pekuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid-masjid.’ Beliau memperingatkan apa yang telah mereka lakukan.”  ( HR Bukhari dan Muslim ).

Diriwayatkan dari Jabir ra bahwa Rasulullah SAW melarang untuk memagari kuburan, duduk-duduk di atasnya, dan membuat bangunan di atasnya. ( HR Muslim ). Diriwayatkan dari Jabir ra bahwa Rasulullah SAW melarang untuk memagari kuburan, menulis di atasnya, membuat bangunan di atasnya dan menginjaknya. ( HR Tirmizi ).

Diriwayatkan dari Abu Martsad al-Ghanawi, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian duduk di atas kubur dan jangan shalat menghadapnya.” ( HR Muslim ).

Diriwayatkan dari Atha’ bin Yasar bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kuburku sebagai berhala yang disembah. Sungguh besar kemurkaan Allah kepada mereka yang menjadikan kubur para nabi mereka sebagai masjid.” ( HR Malik dan Ibnu Abi Syaibah ).

Berdasarkan dalil-dalil hadis di atas, para ulama sepakat, haram hukumnya membangun masjid di atas kuburan. Sebagaimana Allah melaknat kaum Yahudi dan Nasrani yang menjadikan kuburan nabi mereka sebagai tempat ibadah. Ibnu Taimiyyah dalam Majmu’ fatawa menjelaskan, tidak boleh menjadikan kuburan sebagai masjid, baik dengan membangun masjid di atasnya maupun dengan melakukan shalat menghadapnya, bahkan para ulama sepakat dalam hal itu.

Dan, tidak boleh seseorang meniatkan melakukan shalat di kuburan siapa pun, baik itu kuburan nabi maupun bukan. Wallahu a’lam bish shawab. ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Kamis, 26 April 2012/4  Jumadil Akhir 1433 H

Gambar : assunnahfm.com

ΩΩΩ

Entri Terkait :

  1. Mencampur Kuburan Muslim dan Non-Muslim
  2. Membaca Al-Quran di Kuburan
  3. Memperlakukan Makam
  4.  Hukum Memulangkan Jenazah Ruyati
  5. Membaca Yasin untuk Mayat
  6. Tuntunan Ziarah Kubur
  7.  Persamaan Alam Kubur dengan Kuburan
  8.  Jangan Terlalu Salahkan Diri Sendiri
  9. Wasiat  Menguburkan Mayat
  10. Membaca Al-Quran di Kuburan , Bolehkah ?
  11.  Masjid  di  Atas Kuburan
  12. Shalat Jenazah di Kuburan
  13. Hajatan  Kematian
  14. Mengurus Jenazah yang Terkena AIDS
  15. Orang  yang Berhak  Memandikan Jenazah
  16. Wanita Shalat Jenazah
  17.  Shalat Jenazah Berulang
  18.  Mati Bunuh Diri
  19.  Uang Duka
  20.  Mengubur Jenazah Malam Hari
  21. Membuka Tali Kafan
  22. Mengubur Jenazah di Laut
  23. Azan Ketika Penguburan Mayat
About these ads

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aqidah, Bachtiar Nasir and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Masjid di Atas Kuburan

  1. bentar gumilar says:

    bagai mana dengan makom naBI muhamad saw di madina yg dibngun masjid nabawi yg bgitu megahnya dipagar ditulis apa itu makruh atau haram juga mohon penjelasannya.?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s