Radd dalam Waris


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, setahun yang lalu suami saya meninggal dunia. Alhamdulillah segala yang terkait dengan almarhum telah diselesaikan termasuk masalah warisnya. Sepeninggal suami, saya mengurus ibu dan dua anak perempuan, saya tidak memiliki saudara lagi. Sebelum saya wafat, saya ingin mewasiatkan kepada para ahli waris saya ( ibu dan anak-anak ) agar menggunakan hukum waris Islam. Bagaimana gambaran bagian masing-masing ahli waris?

Hamba Allah

Jawaban :

Sebaik-baik wasiat adalah wasiat takwa dan istiqamah menjalankan syariat Allah SWT.
Apa yang Anda lakukan adalah sebuah teladan yang baik.

Hal ini sesuai firman Allah, “Adakah kamu hadir ketika Yaqub kedatangan ( tanda-tanda ) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya `Apa yang kamu sembah sepeninggalku?’ Mereka menjawab, `Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, ( yaitu ) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya’.“ ( QS al-Baqarah [2] : 133 ).

Dalam kasus ini, jika Anda meninggal dunia, ahli waris adalah dua anak perempuan dan ibu. Dengan bagian masing-masing: dua anak perempuan mendapatkan 2/3. Dalil QS An-Nisa [4] : 11:  “Dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan.“

Ibu mendapatkan 1/6 karena ada keturunan. Dalilnya, QS an-Nisa [4]: 11: “Dan untuk kedua orang tua ( ibu-bapak ), bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak.“ Adapun sisanya kembali kepada mereka sesuai bagian dan kedudukan masing-masing, dalam ilmu waris Islam, tambahan ini disebut radd.

Adapun perincian penyelesaiannya adalah sebagai berikut.

Dalam hal ini, pokok masalah ( 6 ) lebih besar dari pada jumlah saham ( 4 + 1 = 5* ) maka pokok masalah diganti dengan jumlah saham yang ada. Kita dapat melihat bawa setiap ahli waris mendapatkan tambahan. Bagian kedua anak perempuan, 4/6 bertambah menjadi 4/5. Bagian ibu yang 1/6, bertambah menjadi 1/5. Wallah a’lam bishshawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Senin, 23 April 2012/1 Jumadil Akhir 1433 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Waris and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s