Menjadi Suami yang Romantis


Oleh : Ustadz Aam Amiruddin

Ustadz, saya ingin menjadi suami yang romantis. Hanya saja, saya canggung dan malu. Dari literatur yang saya baca, Rasulullah adalah orang yang romantis. Bolehkan saya meminta contoh perilaku romantis yang ditunjukkan Rasulullah Saw  kepada istri-istri beliau?

Jawaban :

Sebagian orang menganggap perilaku romantisme adalah perbuatan yang tidak perlu. Alasannya, masih terlalu banyak pekerjaan lain yang lebih penting. Menjadi manusia romantis tidak akan memakan banyak waktu. Bahkan, perilaku “sepele” ini bisa menjaga keutuhan rumah tangga.

Perilaku yang bisa ditunjukkan sederhana saja, tidak harus berlebihan. Tidak perlu juga Anda memaksakan membeli hadiah mewah agar pasangan menjadi senang. Sekuntum mawar pun bisa Anda jadikan sarana untuk membangun komunikasi romantis itu. Dijamin, hanya dengan sekuntum mawar senyuman akan tersungging di bibir istri Anda. Hasilnya, dia akan semakin mencintai Anda.

Apakah Rasulullah Saw orang yang romantis? Jawabannya adalah iya. Bahkan, beliau memiliki momen-momen romantis bersama istri-istrinya. Berikut adalah beberapa momen di antaranya.

1. Mandi bersama

Aisyah r.a. berkata, “Aku mandi bersama Nabi Muhammad Saw dari sebuah bejana, kami menciduk bersama-sama dalam bejana itu.” ( H.R. Abdurrazak dan Ibnu Abu Syaibah )

Kejadian Rasulullah mandi bersama istrinya bukanlah sebuah peristiwa fiksi. Beliau mencontohkan kalau mandi bukan sebagai ritual harian biasa. Mandi bersama istri atau suami dapat dijadikan media untuk mempererat intimasi.

2. Saling menyisir rambut

Dari ‘Aisyah r.a. dia berkata, “Saya pernah menyisir rambut Rasulullah Saw  dan saat itu saya sedang haid.” ( H.R. Ahmad )

Menyisir rambut adalah pekerjaan yang bisa dan biasa dilakukan sendiri. Namun, tidak ada salahnya jika Anda membantu menyisir rambut istri Anda. Sambil menyisir, cobalah memuji keindahan rambut pasangan. Dijamin, mereka akan semakin sayang.

3. Memberi hadiah

Dari Ummu Salamah dia pernah berkata, “Ketika Rasulullah baru menikah dengan Ummu Salamah, beliau berkata kepadanya, “Sesungguhnya aku telah menghantar hadiah kepada An-Najasyi dengan pakaian berharga dan beberapa botol minyak wangi. Aku dapati bahwa An-Najasyi sudah meninggal dunia, menyebabkan hadiah itu dikembalikan kepadaku. Sekiranya dikembalikan, hadiah itu adalah milik kamu.” Berkata ( Ummi Kalsum ) dalam riwayat lain; seperti bersabda Rasulullah Saw., “Jika hadiah itu dihantar balik, hadiah itu akan diberikan kepada semua istri beliau, dan beliau memberikan Ummu Salamah minyak wangi yang berbaki dan pakaian bernilai itu.” ( HR Ahmad )

Agar hadiah yang diberikan memberikan kesan lebih, pilihlah hari yang khusus, misalnya saat ulangtahun pernikahan. Tidak harus mahal, yang penting cara dan waktu Anda memberikan hadiah tersebut.

4. Berbagi tempat makan atau minum

“Ketika saya haid dan tubuh saya berkeringat, saya memberikan gelas kepada Rasulullah dan beliau meminumnya ditempat yang saya minum.” ( H.R. Muslim )

Selain berbagi tempat makan dan minum, saling menyuapi pun bisa dijadikan sebagai sarana bermesaraan. Malu? Ah, perasaan Anda berlebihan, kalau ABG yang berpacaran saja melakukan hal itu, mengapa Anda yang sudah resmi menjadi suami istri enggan melakukannya?

5. Belaian

“Adalah Rasulullah Saw  tidaklah setiap hari melainkan beliau mesti mengelilingi kami semua ( istrinya ) seorang demi seorang. Beliau menghampiri dan membelai kami dengan tidak mencampuri hingga beliau singgah ke tempat istri yang beliau giliri waktunya, lalu beliau bermalam di tempatnya.” ( H.R. Ahmad )

Sesering mungkin, berikan belaian kepada pasangan Anda. Melalui belaian Anda bisa menyampaikan energi positif.

6. Ciuman

Dari ‘Aisyah ra, “Nabi saw biasa mencium istrinya setelah wudhu, kemudian beliau shalat dan tidak mengulangi wudhunya.” ( H.R. ‘Abdurrazaq ).

Dari Hafshah, putri ‘Umar r.a., “Sesungguhnya Rasulullah Saw. biasa mencium istrinya sekalipun sedang puasa.” ( H.R. Ahmad )

Kalau ciuman di pipi, bibir, atau kening sudah terlalu umum, buatlah kesepakatan dengan suami atau istri Anda di bagian yang dia ingin dicium. Jadikan itu ritual yang hanya Anda dan pasangan yang tahu.

7. Berbaring di pangkuan

Dari ‘Aisyah r.a., dia berkata, “Nabi Saw. biasa meletakkan kepalanya di pangkuanku walaupun aku sedang haid, kemudian beliau membaca Al-Quran.” ( HR ‘Abdurrazaq )

Kalau biasanya Anda bercakap-cakap dengan pasangan sambil duduk, cobalah lakukan sambil berbaring di pangkuannya. Bahkan, ketika sedang tidak membahas masalah apa pun, komunikasi nonverbal Anda dengan pasangan bisa terjalin dengan cara seperti ini.

Masih sangat banyak contoh dari Rasulullah Saw  yang menunjukkan kemesraan bersama istri-istrinya. Jika beliau saja mampu dan mau melakukannya, mengapa Anda tidak? Percayalah, hal-hal sederhana semacam itu bisa melanggengkan rumah tangga yang sedang Anda bangun. Wallahu A’lam

Sumber : Bedah Masalah, Majalah Percikan Iman, No. 05 Th. XII  Mei 2011 / Jumadil Akhir 1432  H

Gambar : www. indonesiaoptimis.com

                                                                                                                                                             ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aam Amiruddin, Akhlak, Keluarga and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s