Sampai Kapan Kewajiban Orangtua terhadap Anak ?


Oleh : KH Ali Yafie

1. Sampai umur berapa seorang anak masih meminta uang kepada orangtua ?
2. Saya sering bersikap egois bahkan memaksa kemauan saya kepada orangtua. Bagaimana menghilangkan sikap ini ?
3. Apa saja yang harus dilakukan seorang anak terhadap orangtuanya ?

Wisnu, Bandung

Jawaban :

1.   Kewajiban orangtua terhadap anak yang bersifat materi itu sampai anak usia dewasa menurut kemampuan orangtuanya. Dalam QS Ath-Thalaq : 7 menyebutkan, “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar apa yang Allah berikan kepadanya.”

Tidak ada teks bicara usia berapa anak sudah harus lepas kebutuhannya dari orangtuanya. Akan tetapi batas kewajaran bagi anak laki-laki adalah hingga 18 tahun, sedang bagi anak perempuan sampai menikah. Di usia tersebut laki-laki sudah dianggap mampu mandiri. Sedangkan usia menikah bagi perempuan adalah usia sewajarnya yang  berlaku pada umumnya. Jika usianya sudah melebihi batas pernikahan, di atas 30 tahun misalnya, tidak wajarlah kalau masih bergantung kepada orangtuanya.

2.    Bila sudah melebihi batas sewajarnya, semestinya seorang anak tidak lagi menggantungkan kebutuhannya kepada orangtuanya. Apalagi meminta sesuatu sampai menekan atau memaksa orangtua untuk memenuhi kebutuhannya.

Kalau seorang anak masih meneruskan studi samentara orangtuanya masih mampu membiayai pendidikannya, tidak masalah. Itu pun menurut kemampuan orang tua. Kendati demikian, di usia itu, seorang anak harus sudah memikirkan bagaimana caranya mencukupi kebutuhannya sendiri, seperti : pendidikannya, kebutuhan sehari-harinya dan sebagainya.

3.   Yang harus dilakukan oleh anak kepada orangtuanya dalah berbakti kepada mereka (birrul walidain). Artinya, anak bisa memperlakukan kedua orangtuanya dengan baik (makruf), entah itu berupa ucapan maupun perbuatan yang mulia dalam sehari-harinya. Itu perlakuan yang bersifat non-materi.

Namun bagi anak yang sudah dewasa dan mempunyai penghasilan ( materi ) bisa membantu orangtuanya menurut kemampuan anak sebagai bakti seorang anak terhadap orangtua. Ini juga terpuji apalagi jika kedua orangtuanya sudah lemah fisik, sudah tidak mampu mendapatkan penghasilan ■

Sumber : Konsultasi Fiqih, Majalah Hidayah, Tahun 11 , Edisi 127, Maret 2012 / Rabi’ul Akhir – Jumadil Ula 1433 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Ali Yafie, Keluarga and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Sampai Kapan Kewajiban Orangtua terhadap Anak ?

  1. pak ustad saya mau tanya bagaimana jika abang beradik kandung saling bermusuhan dan sebahagian anak tidak menurut perintah orang tua bahkan mereka menjawab kami sudah dewasa tidak perlu dinasehati,yang mau saya tanyakan apakah orna tua berhak mengancam anak yang keras kepala sehingga mereka sadar dengn perbuatn mereka itu adalah salah,

  2. assallamu’alaikum pak ustad saya mau tanya saya punya abang ttp abang tersebut tidak bisa jd panutan suka mengadu domba keluarga sehingga dlm keluarga menjadi terkotak2 dan yang herannya lagi beliau bagaikan pujuk eru kemana angin kesitulah dia mengarah ,yang mau saya tanyakan bagaimana hukumnya,apakah ini termasuk munafik dan apakah semua amalannya diterima Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s