Penghitungan Zakat Perdagangan


Oleh : KH Ali Yafie

Saya punya toko kelontong , bagaimana cara menghitung zakatnya ? Apa harus menghitung semua stok barang yang ada, sedangkan barang di toko saya cukup banyak macamnya ?

Leni Lisnawati, Serang

Jawaban :

Salah satu  harta yang dikenakan zakat adalah hasil niaga yang halal dan menguntungkan. Ketentuannya telah memenuhi haul dan nishab. Bila dalam hitungan setahun ternyata usaha kelontong yang Anda kelola ternyata telah genap satu tahun dan melebihi batas nishab, maka memang sudah saatnya zakat itu dikeluarkan. Besarnya adalah 2,5 %.

Caranya dengan menghitung nilai total barang tersebut kemudian digabung dengan keuntungan bersih, setelah dipotong utang dan biaya operasional. Setelah itu, 2,5 % diambil dari jumlah tersebut dikeluarkan sebagai zakat. Nilai barang tersebut dilihat berdasarkan harga ketika jatuh tempo diwajibkannya zakat, bukan berdasarkan harga belinya ■

Sumber : Konsultasi Fiqih, Majalah Hidayah, Tahun 11 , Edisi 127, Maret 2012 / Rabi’ul Akhir – Jumadil Ula 1433 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Ali Yafie, Fiqih, Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s