Nasab Anak yang Dibuang


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, saya mengetahui Islam mengharamkan adopsi ( mengangkat anak ), tapi apabila ada orang yang meletakkan seorang bayi di depan rumah kita atau kita menemukan seorang bayi atau anak yang tidak diketahui siapa orang tua dan keluarganya, kemudian kita mengasuh dan membiayai hidupnya, apakah boleh bagi kita untuk menasabkannya kepada kita karena kita tidak mengetahui siapa orang tuanya?

Hamba Allah

Jawaban :

Anak yang dibuang ( al-laqith ) adalah jiwa manusia yang wajib dihormati dan diselamatkan kehidupannya. Hukum memelihara anak terbuang adalah fardhu kifayah bagi masyarakat Muslim, terutama agar anak itu memperoleh kehidupan layak. Berdosalah seluruh anggota masyarakat jika ada anak terbuang yang telantar hingga ada yang mau mengasuhnya.

Tetapi, kewajiban untuk mengasuh dan menanggung kehidupan anak yang dibuang tidak dapat dijadikan alasan untuk menasabkannya kepada keluarga yang mengasuh. “Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya, Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zhihar itu sebagai ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu ( sendiri ). Yang demikian itu hanyalah perkataan di mulutmu saja. Dan, Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan ( yang benar ). Panggillah mereka ( anak-anak angkat itu ) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka, itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka ( panggillah mereka sebagai ) saudara-saudara seagama dan maula-maulamu. Dan, tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi ( yang ada dosanya ) apa yang di sengaja oleh hatimu. Dan, adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” ( QS al-Ahzab [33] : 4-5 ).

Dan, hal itu ditegaskan oleh Nabi Muhammad SAW. “Barang siapa menyandarkan dirinya kepada selain bapaknya atau kepada selain tuan-tuannya maka ia akan mendapatkan laknat Allah yang berkelanjutan hingga datang hari kiamat.” ( HR Abu Daud ).

“Tidak ada seseorang pun yang menasabkan dirinya kepada selain ayahnya, padahal dia tahu dia bukan ayahnya, kecuali dia telah kafir.” (H R Bukhari dan Muslim ).

Pada ayat di atas, Allah menjelaskan, jika kita tidak mengetahui nasab atau orang tua anak yang dibuang tersebut maka dia merupakan saudara seagama.

Kalau dia belum punya nama, kita boleh memilih dan memberikan nama yang baik untuk dinasabkan kepadanya yang tidak mengandung kebohongan. Bila anak tersebut masih bayi dan belum balig atau mumayiz ( sudah berakal dan mengerti ), tidak apa-apa bagi perempuan-perempuan dalam keluarga pengasuh ini untuk tidak berjilbab di hadapannya, begitu juga sebaliknya jika anak tersebut adalah seorang perempuan. Tetapi, saat sudah balig, wajib bagi perempuan-perempuan dalam keluarga tersebut untuk berhijab di hadapannya.

Kecuali, jika ketika anak itu ditemukan masih bayi di bawah dua tahun dan kemudian disusui oleh ibu dalam keluarga tersebut maka dalam hal ini ia menjadi anak susuan ibu tersebut, suami ibu ini menjadi bapak susuannya, dan anak-anak dari ibu tersebut menjadi saudara-saudara sepersusuan yang menjadi mahram baginya yang haram dinikahi. Namun, dalam hal warisan, hubungan persusuan ini tetap tidak menjadikan mereka saling mewarisi karena persusuan bukan salah satu sebab untuk saling mewarisi. Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Kamis ,19 April 2012/27 Jumadil Awal 1433 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Keluarga and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Nasab Anak yang Dibuang

  1. merlina says:

    saya ibu rumah tgga,sya menikah sudah 2 thun setengah,sya mempunyai stu orng anak tpi dia telah meninggal dunia,saat ini sya d twarkan oleh tmen sya seorng anak berumur 1 blan yg d buang ato tdak mw d urus oleh ibunya…sya dan suami sya sgat inginn a dan pastmengasuh n merwatnya….tpi keluarga suami sya tidk ada yg stuju…krna anak itu dri hsil yg tdak bener,dan mereka jga blng kalau sya mch muda dan mch akan mempunyai anak … tpi sya mersa ksihan dan ingin ngerwatx….apakah sya akan mengikuti kta keluarga ato kemaum sya n suami saya…tlong beri sya jawaban

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s