Pembagian Harta Waris Ayah


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, kami adalah lima bersaudara, terdiri atas empat anak laki-laki dan satu perempuan ( anak angkat yang sudah sah diadopsi sejak bayi ). Ibu kami menikah lagi sepeninggal ayah, bagaimana membagi harta waris ayah?

Hamba Allah

Jawaban :

Allah SWT berfirman, “Jika kamu mempunyai anak, para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat dan atau sesudah dibayar utang-utangmu.“ ( QS an-Nisa [4] : 12 ). Dalam masalah ini, langkah pertama adalah penyelesaian harta bersama antara suami dan istri.

Istri ( ibu Anda ) mendapatkan bagian dari harta bersama selama pernikahan dengan kadar bagian sesuai dengan kontribusi dan peran seorang istri dalam harta bersama tersebut. Setelah itu, menyelesaikan masalah waris. Ibu Anda mendapat 1/8 dari harta suaminya atau ayah Anda karena almarhum memiliki keturunan. Tidak menjadi masalah apakah menikah lagi atau tidak.

Sisanya, yaitu 7/8, dibagi rata kepada empat anak laki-laki. Dengan perincian bagian sebagai berikut:

Sedangkan, anak perempuan yang bukan anak kandung almarhum karena diadopsi tidak mendapatkan apa-apa dari pembagian harta warisan. Karena, Islam tidak pernah mengakui adopsi atau perubahan status nasab seseorang. Namun, bila para ahli waris sepakat, anak angkat itu boleh saja mendapatkan cipratan uang pembagian warisan yang besarnya bergantung pada kesadaran para ahli waris. Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Senin, 16 April 2012/24 Jumadil Awal 1433 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Waris and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Pembagian Harta Waris Ayah

  1. anita says:

    Ass wr wb..
    Saya mau tanya.. bagaimana dengan anak yg dari istri keduanya tp mereka hamil dulu sebulan dan trus menikah tp mereka bercerai saat si anak usia 10 tahunan dan tdk ada perjanjian harta..karna si suami bilang ga usah di bicarakan harta nanti saya akan tanggung jawab kamu bole liat dan si wanita sangat percaya tp ternyata semuanya bohong dia hanya ngasi alakadar ga pantas buat seorang yg kaya raya sprt dia ngasi anak2nya segitu itu pun di telp dl dan juga ga langsung di kasi bisa nunggu bermingu2 atau bisa bulanan..kadang ada beberapa hari saja…dan silaki ngasi nafkah juga asal2an sama dg tdk adil dlm bentuk tanggung jawab n waktu saat menikah sgt banyak dia menyakiti istrinya itu tp dia sabar..perlu di ketahui istri keduanya bukan merebut laki orang tp posisi dia bertemu di saat laki2 itu dlm proses cerai sama istri pertama dan berkelanjutan saat si laki2 bicara ke istri 1 nya dia mau menikah dan mau cerai cepat2 si istri bilang saya ijinkan tp kita ga jd cerai.. begitu ceritanya… akhirnya karna mereka sudah terlanjur sebulan ya menikah.. pertama2 si laki2 sgt baik dan sayang tp dg seiring waktu dia berubah sampai akhirnya total perubahan itu…… dan si laki2 sangat kaya raya.. semua anaknya dari istri pertama skola di luar negri ….dan dia juga punya banyak perusahaan…saat bercerai si wanita tinggal di rumah kontrakan murah si laki2 dan istri pertama di rumah milyaran… dan wantita juga tdk punya harta berharga hanya anak dan pakaian dan sebagian kecil alat rumah tangga kursi dll….sampai dia membangun ratusan unit rumah buat di jual pun dia tak pernah ingat kasi anaknya dan masih dia janjikan ada rumah satu buat si anak2 tp tak pernah dia kasi…
    Dan si laki2 sangat banyak berjanji pada istri kedua buat anak mereka dan buat istri kedua juga baik janji lansung ke istri dan ke mertuanya skarang mertuanya sudah almarhum… dan si anak sudah dewasa .. tp semua janji tdk pernah dia tepati seperti rumah sederhana saja tidak pernah dia tepati sementara dia punya banyak rumah dan apartemen milyaran… tp si wanita dan si anak diam saja sudak mengikhlaskan smuanya dg berpikir mungkin allah akan memberi rejeki lewat pintu lain dan mereka tetap hidup dlm sederhana….. apakah ada warisan buat si anak tersebut karna dia lahir dlm pernikahan yg sah.. ini bukan berarti si anak mau warisan saya hanya bertanya masalah ini karna ada yg curhat lebih kurang seperti ini klo saya tdk salah dengar lengkapnya teman saya lebih tau..
    Wass….

    ——————————————–

    Waalaikumussalam wr wb.

    Mohon maaf baru bisa menanggapi pertanyaan Anda. Seperti yang Anda jelaskan di atas, sebelum menikah sudah hamil terlebih dahulu, maka anak tersebut secara hukum Islam tidak ada nasab ( garis keturunan ) dari ayah biologisnya itu. Jadi tidak dilihat dari kelahirannya, memang ia lahir setelah nikah secara sah. Ia hanya punya hubungan nasab dengan ibunya. Akibatnya ia tidak berhak mendapat waris dari ayahnya tersebut, karena secara hukum tidak ada hubungan nasab.

    Tapi sebagai seorang anak dari istrinya, si ayah wajib membiyayai kehidupannya. Jadi si anak itu kedudukannya sama seperti anak tiri bagi ayahnya ( karena nasabnya hanya kepada ibu ) yang harus dipenuhi kebutuhannya.

    Wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s