Talak dan Khuluk


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, ada istri yang minta cerai dan dikabulkan oleh suaminya, kemudian mereka rujuk, cerai dan rujuk lagi, cerai lagi dan rujuk kembali. Hal ini sudah tiga kali terjadi saat mereka bertengkar. Ucapan cerai itu tanpa proses pengadilan agama dan rujuk tanpa akad nikah. Apakah hal ini sudah talak tiga dan apakah khuluk harus dengan bayaran?

Hamba Allah

Jawaban :

Islam mensyariatkan talak ketika keadaan dan kondisi mengharuskan pasangan suami istri berpisah dan bertekad memutuskan ikatan pernikahan, setelah pasangan itu dan keluarga kedua pihak berusaha mencari solusi terhadap perselisihan yang terjadi di antara mereka. Saat terjadi talak, Allah SWT juga masih memberi kesempatan dua kali kepada suami untuk kembali ( rujuk ) kepada istrinya.

Talak dan rujuk dalam Al-Quran didasari satu alasan, yaitu ketika pelaku berkeyakinan mampu atau tidak mampu menegakkan batasan-batasan hukum Allah SWT. “Talak ( yang dapat dirujuki ) dua kali. Setelah itu, boleh rujuk lagi dengan cara yang makruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu dari yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kamu khawatir bahwa keduanya ( suami istri ) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barang siapa yang melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulah orang-orang yang zalim.” ( QS al-Baqarah [2] : 229 ).

Tapi, ketika terjadi talak tiga yang dinamakan dengan talak ba`in bainunah kubra ( talak yang tidak bisa rujuk lagi ), tertutup baginya jalan untuk rujuk kembali dengan istrinya kecuali istrinya menikah lagi dengan orang lain dan terjadi hubungan suami istri dalam pernikahan itu. Dalam kasus di atas, si pelaku lebih tahu ketimbang kita yang menilai dari luar apakah pasangan itu sudah talak tiga atau belum.

Jika terjadi talak tiga, tentunya tidak halal kembali sebelum si istri dinikahi oleh pria lain. Sedangkan yang dimaksudkan khuluk secara umum adalah perpisahan atau perceraian yang terjadi antara sepasang suami istri dan pembayaran yang diserahkan istri kepada suaminya agar diceraikan. Dan jika tidak ada bayaran, itu berarti perceraian biasa bukan khuluk.

Menurut jumhur ulama, khuluk merupakan talak ba`in, di mana suami tidak bisa lagi rujuk ( kembali ) kepada istrinya. Sebab, khuluk itu terjadi berdasarkan kerelaan kedua pihak dan sang istri membayar kepada suaminya agar ia terbebas dari suaminya, dan jika suami dibolehkan rujuk, tidak tercapai maksud dari khuluk itu sendiri. Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Kamis , 12 April 2012 / 20 Jumadil Awal 1433

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Keluarga, Pernikahan and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s