Wasiat Menguburkan Mayat


Oleh : Ustadz Aam Amiruddin

Sebelum orangtua saya meninggal, beliau berwasiat agar dikuburkan di suatu tempat tertentu. Begitu beliau wafat, anak-anaknya sangat kerepotan dengan wasiat tersebut mengingat jarak dari rumah duka ke tempat pemakaman tersebut cukup jauh. Selain itu, area pemakaman yang dimaksud sudah penuh. Pertanyaan saya, bagaimana kalau wasiat tersebut tidak bisa dilaksanakan. Mohon solusinya. Terima kasih.

Jawaban :

Wasiat itu wajib ditunaikan kalau benar dan tidak wajib dilakukan kalau me-mudharat-kan. Wasiat yang bersifat keduniawian, sekiranya sangat menyulitkan, tentu tidak berdosa sekiranya tidak dilaksanakan. Jadi, tidak semua wasiat itu harus dilakukan dan bahkan ada wasiat yang malah tidak perlu dilakukan sekiranya hal tersebut mengandung dosa. Misalnya, ayah Anda berwasiat untuk membangun tempat perjudian dan tentu saja hal tersebut haram bila dilaksanakan.

Menguburkan mayat merupakan kewajiban orang hidup. Mengenai lokasi kuburan, hal tersebut termasuk perihal yang bersifat keduniawian. Apabila orangtua berwasiat ingin dikuburkan di tempat tertentu, maka sebaiknya Anda melaksanakan wasiat tersebut selama lokasinya bisa dijangkau dan tidak menyulitkan. Namun, kalau lokasi kuburan yang dimaksud dalam wasiat tersebut sudah penuh dan untuk mencapainya sangat menyulitkan, maka tidaklah berdosa sekiranya Anda tidak melakukan wasiat tersebut karena hal tersebut bersifat keduniawian. Wallahu a’lam

Sumber : Bedah Masalah, Percikan Iman, No. 01 Th. XII Januari 2011/Shafar 1432 H                                                                                                                                                              

ΩΩΩ

Entri Terkait :

  1. Mencampur Kuburan Muslim dan Non-Muslim
  2. Membaca Al-Quran di Kuburan
  3. Memperlakukan Makam
  4.  Hukum Memulangkan Jenazah Ruyati
  5. Membaca Yasin untuk Mayat
  6. Tuntunan Ziarah Kubur
  7.  Persamaan Alam Kubur dengan Kuburan
  8.  Jangan Terlalu Salahkan Diri Sendiri
  9. Wasiat  Menguburkan Mayat
  10. Membaca Al-Quran di Kuburan , Bolehkah ?
  11.  Masjid  di  Atas Kuburan
  12. Shalat Jenazah di Kuburan
  13. Hajatan  Kematian
  14. Mengurus Jenazah yang Terkena AIDS
  15. Orang  yang Berhak  Memandikan Jenazah
  16. Wanita Shalat Jenazah
  17.  Shalat Jenazah Berulang
  18.  Mati Bunuh Diri
  19.  Uang Duka
  20.  Mengubur Jenazah Malam Hari
  21. Membuka Tali Kafan
  22. Mengubur Jenazah di Laut
  23. Azan Ketika Penguburan Mayat

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aam Amiruddin, Fiqih and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s