Basmalah Al-Fatihah


Oleh : M Quraish Shihab

Al-Fatihah terdiri dari tujuh ayat. Ada pendapat bahwa basmalah sebagai ayat pertama dan sebagian lain mengatakan tidak. Pertanyaan saya : (1) Apakah dalil-dalilnya ? (2) Pendapat mana yang mayoritas ? (3) Bagaimana shalat bagi yang menganggap basmalah sebagai ayat  pertama, sedangkan imam tidak menjaharkan basmalah ?


(4) Bisakah kita menganjurkan imam untuk menjahar basmalah demi kepentingan makmum ? (5)  Ketika imam lupa membaca atau menjahar basmalah dan baru ingat pada pertengahan atau akhir surah, apa yang harus dilakukan ? (6)  Sahkah shalatnya jika diteruskan ? (7) Mana yang lebih baik, tetap berpegang teguh pada pendirian (berdasarkan hadis dan sunnah Nabi) atau ijtihad menurut kepentingan orang banyak ?

Aosman Arofah , Semarang

Jawaban :

Anda benar berbeda pendapat ulama tentang basmalah pada awal surah Al-Fatihah. Ulama yang menyatakan basmalah bagian dari Al-Fatihah dan setiap surah, adalah karena ia tertulis di setiap awal surah, seandainya bukan bagian darinya tentu tidak ditulis sebagaimana halnya “amin” yang juga dibaca pada akhir Al-Fatihah tetapi ia tidak ditulis karena ia bukan bagiannya.

Sebagian lagi berpendapat basmalah adalah ayat khusus yang turun untuk memisahkan antara satu surah dan surah yang lain. Seandainya basmalah ayat dari setiap surah tentu orang tidak akan berbeda pendapat. Itu alasan logika mereka. Selanjutnya masing-masing mendukung pendapatnya dengan hadis-hadis yang masing-masing menilainya shahih dan menilai hadis pendapat yang lain lemah.

Agaknya memang Nabi SAW melakukan tiga praktek yang berbeda sehingga lahir tiga pendapat besar yang masing-masing ulama hanya menguatkan salah satunya. Tiga pendapat itu adalah : Pertama, basmalah bukan bagian dari Al-Fatihah, sehingga dia tidak boleh dibaca ketika membaca Al-Fatihah dalam shalat. Inilah madzhab Malik.

Kedua, basmalah adalah bagian dari Al-Fatihah sehingga ia harus dibaca – tidak sah shalat bila tidak membacanya – serta dianjurkan membacanya dengan suara yang terdengar jelas dalam shalat jahar seperti maghrib, isya, subuh dan lebaran, dikecilkan bila shalat yang tidak dianjurkan mengeraskan suara seperti dhuhur dan ashar. Inilah pendapat Imam Syafi’i.

Ketiga, membacanya tetapi dengan suara yang tidak terdengar.

Pendapat Syafi’i yang paling banyak diamalkan oleh umat Islam di sekian banyak negara. Shalat mengikuti imam yang tidak membaca basmalah tetap sah. Bukankah imam Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi tidak membaca atau mengeraskan suaranya ketika membaca basmalah Al-Fatihah, namun demikian seluruh umat Islam mengikuti mereka  dalam shalat sebagai makmum ?

Ibnu Taimiyah menulis : Para sahabat Nabi  dan generasi sesudahnya ada yang membaca basmalah ada juga yang tidak, namun demikian mereka bergantian menjadi imam dan makmum. Begitu juga Abu Hanifah dan Syafi’i  serta pengikut-pengikutnya, mereka semua shalat mengikuti imam-imam Madinah yang bermadzhab Malik walaupun imam-imam tidak membaca basmalah sama sekali, tidak dengan suara keras atau perlahan.

Seorang imam yang bijaksana akan menanggalkan madzhab yang dianutnya, dan mengamalkan madzhab orang banyak yang mengikutinya, demi persatuan dan kesatuan. Di sisi lain, makmum yang paham, tidak akan mempersoalkan imam yang mengamalkan pendapat madzhab yang dianutnya, walaupaun madzhab imam itu menurut keyakianannya tidak sah untuk diamalkan.

Seorang yang menganut madzhab yang menyatakan bersentuhan dengan lawan jenis atau muntah membatalkan wudhu, kemudian mengikuti imam yang tidak menganut paham itu bahkan telah bersentuhan  dan  muntah – makmum yang mengikuti imam itu – tidak batal shalatnya. Demikian pendapat para imam madzhab kendati dalam banyak rincian mereka berbeda pendapat. Demikian, wa Allah a’lam

Sumber : Quraish Shihab Menjawab ,  Dialog Jumat, Republika, Jumat, 10 Maret 2000 /  4 Dzulhijjah 1420 H

ΩΩΩ

Entri Terkait :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Al-Quran, M.Quraish Shihab, Shalat and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Basmalah Al-Fatihah

  1. Apakah dalil yg di pakai dari beberapa pendapat dalam tulisan tsb di atas?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s