Nifas Wanita yang Melahirkan Secara Sesar


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, jika istri melahirkan dengan cara operasi sesar, apakah masa nifasnya selama 40 hari juga atau jika darah sudah tidak keluar lagi (walaupun belum 40 hari) sudah dapat melaksanakan ibadah shalat?

Januar Hafidz

Jawaban :

Para ulama menjelaskan, nifas adalah darah yang keluar mengikuti kelahiran atau darah yang keluar disebabkan melahirkan. Hal itu sama saja antara melahirkan secara normal ataupun sesar. Bahkan, meskipun perempuan itu keguguran dan mengeluarkan janin yang telah berbentuk serta memiliki kepala, kaki, dan tangan yang biasanya setelah 80 hari kehamilan.

Jadi, darah yang keluar itu adalah darah nifas karena hukum nifas berkaitan dengan keluarnya darah setelah melahirkan. Jumhur ulama termasuk empat imam mazhab berpendapat, jangka waktu keluarnya darah nifas paling pendek tidak ada batasnya.

Hal itu berarti jika perempuan yang habis melahirkan kemudian setelah beberapa lama melihat darahnya berhenti meskipun kurang dari 40 hari, ia telah suci dan selanjutnya wajib melaksanakan shalat dan ibadah-ibadah lain yang diwajibkan atasnya. Atau, setelah melahirkan ia tidak mengeluarkan darah maka ia berarti suci.

Ibnu Qudamah dalam al-Mughni menjelaskan, jika seorang perempuan melahirkan dan tidak mengeluarkan darah maka ia adalah suci dan tidak dalam keadaan nifas. Karena, nifas itu maksudnya adalah darah dan dalam hal ini darah itu tidak ada.

Imam Tirmizi dalam Sunan Tirmizi-nya menjelaskan bahwa para ulama dari kalangan sahabat dan tabiin serta orang-orang setelah mereka bersepakat ( ijma ), perempuan yang sedang nifas hendaklah meninggalkan shalat selama 40 hari kecuali kalau dia telah suci sebelum itu maka dia harus mandi dan shalat.

Adapun jika dia masih melihat darah keluar setelah 40 hari, mayoritas ulama mengatakan dia tidak boleh meninggalkan shalat setelah 40 hari. Ini adalah pendapat mayoritas fuqaha dan pendapat Sufyan al-Tsauri, Ibnu al-Mubarak, Syafii, Ahmad, dan Ishaq. Imam Tirmizi berdalilkan pada atsar yang diriwayatkan dari Ummu Salamah, “Adalah wanita yang nifas pada masa Rasulullah berdiam diri selama 40 hari.“ ( HR Tirmidzi dan Abu Daud ).

Berdasarkan atsar ini, jumhur ulama berpendapat, jangka waktu paling lama untuk keluarnya darah nifas adalah 40 hari dan darah yang keluar setelah itu bukanlah darah nifas.Tapi, Mazhab Syafii dan Maliki berpendapat, jangka waktu paling lama untuk keluarnya darah nifas adalah 60 hari karena hal itu terjadi, di mana Rabi’ Syaikhnya Imam Malik mengatakan bahwa dia mendapati orang-orang mengatakan, selama-lamanya nifas adalah 60 hari.

Oleh karena itu, jika istri Anda melahirkan secara sesar dan mengeluarkan darah setelahnya maka itu adalah darah nifas. Dan, jika berhenti sebelum masa 40 hari maka berarti ia telah suci dan wajib mandi kemudian melaksanakan shalat. Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Kamis, 5 April 2012/13 Jumadil Awal 1433 H

ΩΩΩ

About these ads

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Keluarga and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s