Keutamaan Surat Al-Ikhlash


Oleh : Ustadz Aam Amiruddin

Ustadz saya pernah mendengar bahwa membaca surat Al-Ikhlash tiga kali sama dengan membaca 30 juz. Benarkah demikian ? Mohon penjelasan.

Komar @ … com

Jawaban :

Ustadz Ibnu Katsir dalam Tafsir Al Qur’an Al A’dhiim, jilid IV, hal 565-571, mencantumkan tidak kurang dari tiga puluh hadits yang berkaitan dengan surat Al Ikhlash, di antaranya hadits berikut,

Diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab r.a., Rasulullah saw. bersabda , “Siapa yang membaca Qulhuwalllahu Ahad, seolah-olah ia membaca sepertiga Al Qur’an.” ( H.R. An-Nasai )

Abu Darda r.a. berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda, “Apakah kalian mampu membaca sepertiga Al Qur’an setiap malam?” Mereka menjawab, “Ya Rasulullah , kami tidak akan mampu melakukannya.” Nabi saw. bersabda, “ Sesungguhnya Allah swt. membagi Qur’an menjadi tiga bagian, dan Qulhuwallahu Ahad itu sepertiganya.” ( H.R. Ahmad, Muslim, dan Nasai )

Para ahli menyebutkan, yang dimaksud “Sesungguhnya Allah swt. membagi Qur’an menjadi tiga bagian” adalah sebagai berikut. Pertama, Al Aqaid ( masalah-masalah yang berkaitan dengan ketauhidan dan ketuhanan, termasuk di dalamnya meluruskan penyimpangan-penyimpangan konsep ketuhanan) . Kedua, Asy Syara’i ( masalah-masalah yang berkaitan dengan peribadatan dan hukum ). Ketiga, Al Qashash ( masalah-masalah yang berkaitan dengan kisah-kisah kehidupan para Rasul ataupun orang-orang shaleh, bahkan riwayat orang-orang durhaka pun dibicarakan sebagai bahan pelajaran hidup ).

Al Ikhlash artinya kemurnian keesaan atau ketauhidan Allah swt. Hadits yang menyatakan Al Ikhlas itu sepertiga Al Qur’an mengandung makna bahwa surat Al Ikhlash mewakili sepertiga pembicaraan Al Qur’an yaitu tentang ketauhidan.

Jadi, maknanya bukan satu kali baca Al Ikhlash sama dengan membaca sepertiga Qur’an, sehingga dengan tiga kali baca Al Ikhlash sama dengan menamatkan tiga puluh juz. Jelas ini pemahaman yang kurang tepat.

Maaf, saya tegaskan demikian karena masih banyak umat Islam yang tidak pernah membaca Al Qur’an, kemudian saat kita mengingatkannya, dia menjawab, “Tiap hari saya menyelesaikan tiga puluh juz Al Qur’an dengan cara membaca Al Ikhlash tiga kali.” Tragis kan? Wallahu A’lam ■

Sumber : Bedah Masalah, Majalah Percikan Iman, No. 8 Th. II Agustus 2001 / Jumadil Ula 1422 H

  • Pertanyaan yang sama ditanyakan oleh Deden dan dijawab dengan jawaban yang sama berjudul Al-Ikhlash Sepertiga Qur’an pada MaPI No. 03 Thn IV Maret 2003 / Dzulhijjah 1423 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aam Amiruddin, Al-Quran, Aqidah and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s