Dalil Mengucapkan Shallallahu ‘Alaihi Wassalam


Oleh : Ustadz Mohammad Baharun

Saya ingin minta penjelasan , apa ada dasar ayat Al-Quran atau hadis menyebut nama Nabi Muhammad dengan disertai kata-kata Shallallahu ‘Alaihi Wassalam ( SAW ) , atau pada nabi-nabi lain dengan ‘Alaihis Salam ( AS ) ? Demikian pula Radhiallahu ‘Anhu ( RA ) untuk para sahabat Nabi dan almarhum ( alm.) untuk kaum Muslimin yang sudah meninggal. Kemudian , bolehkah kita menggunakan almarhum untuk orang yang meninggal tapi bukan Muslim ?

Ahmad Haydar , Universitas Islam Negeri Malang

Jawaban :

Dasar selawat kepada Nabi Muhammad adalah ayat Al-Quran, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada Nabi ( Muhammad ) : Hai orang yang beriman, berselawatlah kepadanya ( Nabi ) dengan sehangat-hangatnya salam!” ( QS Al-Ahzab [33] : 56 ). Sedangkan salam kepada para nabi dengan ucapan ‘Alaihis Salam sumbernya juga dari Al-Quran, “Salam atas Nuh … , salam atas Ibrahim … , salam atas Musa dan Harun … dan salam atas Ilyas.” ( QS Ash-Shaaffaat [37] : 79, 109, 120, dan 130 ); dan salam bagi para rasul …” ( QS Ash-Shaaffaat [37] : 181 ).

Selawat dan salam kepada Nabi Muhammad berarti puji-pujian yang kita sampaikan kepada Rasulullah SAW berdasarkan petunjuk Al-Quran di atas. Juga salam sejahtera yang kita sampaikan kepada para rasul Allah itu. Demikian pula ucapan ‘semoga Allah meridainya” atau Radhiallahu ‘Anhu ( RA ) kepada para sahabat Nabi.

Demikian pula ucapan Radhiallahu ‘Anhu  kepada para pemuka sahabat Nabi Muhammad SAW, dasarnya juga dari Kitab Suci. Allah berfirman, “Orang-orang terdahulu lagi yang pertama ( masuk Islam ) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah, dan Allah menyediakan surga yang mengalir sugai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalam selamanya. Itulah kemenangan yang besar.” ( QS At-Tawbah [9] : 100 ). Baca juga surah Al-Maidah [5] : 119, Al-Mujadilah [58] : 22, dan Al-Bayyinah [98] : 8 . Atas dasar ini kita setiap meyebut nama Nabi Muhammad disertai selawat, ucapan Shllallahu ‘Alaihi Wassallam ( SAW ), para Nabi dengan ‘Alaihis Salam (AS), dan sahabat dengan Radhiallahu ‘Anhu ( RA ).

Adapun bagi kaum beriman yang meninggal, kita menyebutnya dengan almarhum atau rahimahullah ( yang dirahmati / dikasihi Allah ). Dasarnya adalah ayat Al-Quran, “Dan orang-orang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi yang lain. Mereka menyuruh ( mengerjakan ) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat ( almarhum dari akar kata rahmat ) oleh Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana ( QS At-Tawbah [9] : 71. Baca juga QS Al-Jaatsiyah [45] : 30.

Kata almarhum atau rahimahulah adalah doa permohonan agar yang disebut namanya mendapat rahmat kasih sayang Allah.

Berhubung hal ini adalah doa, sepatutnya permohonan tersebut kita tujukan dan hadiahkan hanya bagi orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Kita hanya boleh mendoakan orang non-Muslim dengan permohonan agar mendapat petunjuk ( hidayah ) Allah.

Sementara untuk non-Muslim yang meninggal, sebaiknya kita tidak memaksakan diri untuk menggunakan istilah almarhum . Toh ada istilah lain, misalnya mendiang.

Wallahu a’lam bish-shawab!

 

Sumber : Konsultasi Akidah, Majalah Alkisah, No. 23 / Tahun III / 7  –  20 November 2005

  • Prof. Dr. H. Mohammad Baharun , SH, MA , mantan wartawan majalah Tempo, kini Guru besar Sosiologi Agama, Rektor Universitas Nasional PASIM Bandung,   dan Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Majlis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aqidah, Mohammad Baharun and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s