Orang Kafir Menerbitkan Al-Quran


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, di Indonesia banyak penerbit Al-Quran milik orang kafir, sudah pasti mereka tidak akan memuliakan Al-Quran sebagaimana mestinya. Bagaimana menurut pandangan Ustaz mengenai masalah ini ?

Hamba Allah

Jawaban :

Masalah ini memang sempat mengemuka beberapa tahun lalu ketika ada penerbit Al-Quran yang dimiliki orang kafir membuat kulit muka ( hard cover ) mushaf dari sisa kertas kalender bergambar seronok dan sisa-sisa bahan lainnya yang tidak patut bagi Al-Quran atau beberapa toko kepunyaan non-Muslim yang menempatkan Al-Quran dengan cara tidak mulia.

Yang jelas, kita tidak dapat berharap pada penerbit dan toko buku yang dimiliki orang kafir akan lebih mengedepankan penyebaran pesan yang ada di dalamnya dibanding keuntungan ( profit ). Dan, bagi mereka, menempatkan Al-Quran pada posisi mulia tidak prioritas dibanding aspek bisnisnya.

Oleh karena itu, menjadi kewajiban bagi pengusaha Muslim, terutama yang bergerak dalam bidang penerbitan dan percetakan serta departemen terkait, untuk memuliakan Al-Quran dari proses penerbitan hingga penjualannya. Kalaupun ada penerbit milik orang kafir yang ingin terlibat dalam bisnis ini, mereka harus siap dengan aturan main yang ditetapkan syariat Islam dalam hal memuliakan mushaf Al-Quran.

Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarh al-Muhazzab menjelaskan, para ulama sepakat bahwa hukum menjaga dan menghormati Al-Quran adalah wajib. Di antara cara dan adab menghormati Al-Quran adalah dengan bersuci dahulu sebelum menyentuh mushaf. Mereka menegaskan, orang yang berhadas tidak boleh menyentuh mushaf Al-Quran, kecuali dalam kondisi yang dibenarkan secara syar’i.

Pendapat itu berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW yang berupa surat kepada masyarakat Yaman yang dibawa ‘Amru bin Hazm yang di dalamnya terdapat pernyataan, “Hendaklah tidak menyentuh Al-Quran kecuali orang yang bersuci.“ ( HR Imam Malik, Ibnu Hibban, dan al-Baihaqi ). Oleh karena itu, tidak boleh memberikan mushaf Al-Quran kepada orang kafir atau memungkinkan mereka untuk memegangnya.

Sebab, seorang Muslim yang berhadas kecil saja dilarang memegang mushaf Al-Quran, apalagi orang kafir. Ibnu Juza al-Kalabi dalam kitab Al-Tashil li Ulum al-Tanzil menyebutkan adanya ijma ulama soal larangan orang kafir memegang mushaf. Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ mengatakan, ulama sepakat tak boleh membawa mushaf Al-Quran ke daerah orang kafir jika dikhawatirkan akan jatuh ke tangan mereka.

Imam al-Baji dalam kitabnya, Al-Muntaqa syarh Muwatta` menjelaskan jika ada seorang kafir meminta untuk dikirimkan mushaf untuk ditadaburinya, tidak boleh dikirimkan kepadanya karena ia adalah najis yang tidak pernah mandi dari junubnya, tidak boleh bagi orang kafir untuk memegang mushaf, serta tidak boleh bagi seorang Muslim untuk memberikan kepadanya.

Dalam hadis lain yang diriwayatkan Ibnu Umar menjelaskan, Nabi melarang membawa Al-Quran ke wilayah musuh ( HR Bukhari dan Muslim ). Berdasarkan hadis tersebut tidak dibolehkan bagi seorang Muslim yang memungkinkan orang kafir memegang mushaf Al-Quran, tetapi dibolehkan jika kita memberikan atau memungkinkan orang kafir memegang Al-Quran terjemahan atau buku tafsir dengan tujuan agar dia dapat mempelajari Islam dari sumbernya.

Berdasarkan keterangan para ulama tersebut dapat disimpulkan, sesungguhnya demi menjaga kemuliaan mushaf Al-Quran dan hak umat Islam tidak boleh begitu saja menyerahkan penerbitan dan penjualan mushaf Al-Quran kepada penerbit dan toko buku yang dimiliki orang kafir, kecuali dengan syarat dan aturan yang ketat secara syariat. Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Selasa. 3 April 2012 / 11 Jumadil Awal 1433 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Al-Quran, Bachtiar Nasir and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Orang Kafir Menerbitkan Al-Quran

  1. mustiko says:

    BETUL ITU PAK USTAD DENGAN BEGITU KITAB SUCI ALQUR AN SELAIN TERJAGA ISI
    DAN KANDUNGAN NYA SERTA DIJAGA KESUCIANYA TERUTAMA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s