Azan Ketika Penguburan Mayat


Oleh : Ustadz Aam Amiruddin

Adakah contoh dari Rasulullah saw saat mayat dimasukkan ke lubang kubur diazankan terlebih dahulu ?

Alfian @ e-mail

Jawaban :

Ada dua fungsi azan. Pertama, sebagai alat untuk memberitahukan bahwa waktu shalat telah tiba. Shalat wajib adalah ibadah yang telah ditentukan waktunya secara definitif,  “…Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” ( Q.S. An-Nisaa 4 : 103 ).

Sebelum shalat, kita harus yakin dulu bahwa waktunya sudah masuk. Di sinilah pentingnya azan sebagai alat untuk memberitahukan bahwa waktu shalat telah tiba.

Kedua, azan berfungsi sebagai alat untuk mengajak orang shalat berjamaah.

Memang di masyarakat kita ada kebiasaan kalau mayat mau dimasukkan ke lubang kubur suka diazani terlebih dahulu. Tentu saja, ini salah alamat sebab mayat tidak mungkin memenuhi panggilan azan. Karena itu, wajar kalau tidak ada satu pun hadis yang menjelaskan bahwa Rasulullah saw. atau para sahabat azan saat menguburkan mayat.

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa tidak perlu azan saat menguburkan mayat karena Nabi saw. tidak pernah mencontohkannya. Juga mayat tidak mungkin memenuhi panggilan azan. Azan ditujukan untuk memanggil orang hidup agar segera shalat. Wallahu A’lam ■

Sumber : Bedah Masalah, Majalah Percikan Iman, No.02 Th. VII  Februari 2006 / Muharram 1427  H

ΩΩΩ

Entri Terkait :

  1. Dalil Seputar Azan
  2. Adzan dan Disiplin dengan Waktu
  3. Memukul Bedug Bukan Pengganti Adzan
  4. Mencampur Kuburan Muslim dan Non-Muslim
  5. Membaca Al-Quran di Kuburan
  6. Memperlakukan Makam
  7. Hukum Memulangkan Jenazah Ruyati
  8. Membaca Yasin untuk Mayat
  9. Tuntunan Ziarah Kubur
  10. Persamaan Alam Kubur dengan Kuburan
  11. Jangan Terlalu Salahkan Diri Sendiri
  12. Wasiat  Menguburkan Mayat
  13. Membaca Al-Quran di Kuburan , Bolehkah ?
  14. Masjid  di  Atas Kuburan
  15. Shalat Jenazah di Kuburan
  16. Hajatan  Kematian
  17. Mengurus Jenazah yang Terkena AIDS
  18. Orang  yang Berhak  Memandikan Jenazah
  19. Wanita Shalat Jenazah
  20.  Shalat Jenazah Berulang
  21. Mati Bunuh Diri 
  22. Uang Duka 
  23. Mengubur Jenazah Malam Hari 
  24. Membuka Tali Kafan 
  25. Mengubur Jenazah di Laut
  26. Azan Ketika Penguburan Mayat

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aam Amiruddin, Fiqih, Syariah and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s