Jangan Terlalu Salahkan Diri Sendiri


Oleh : KH. M. Luqman Hakim

Pak, saya sedih sekali ditinggal ayah saya, ketika saya lagi kerja seminggu. Saya rasanya belum ikhlas, karena selama ini saya memberi nafkah belum cukup bagi saya. Karena saya belum mengurusnya sampai akhir hayat. Apakah saya pantas bersedih setiap ingat almarhum.

0878831xxxxx

Jawaban:

Bersedih boleh saja, tetapi jangan sampai membuat anda galau dan putus asa, apalagi terus menerus menyalahkan diri sendiri. Nanti syetan bisa masuk dan memberi godaan yang justru membuat anda semakin menderita dan pedih.

Pertanyaan buat anda, apakah jika anda bisa membalas budi orang tua anda dengan harta dan fasilitas, yang berlebih anda sudah impas balas budi anda? Apakah jika anda bisa merawat secara penuh sakitnya, hingga seluruh biaya anda keluarkan semua, bahkan orang tua anda merasa puas, apakah itu juga sudah impas?

Orang tua anda ( almarhum ) tidak mengharapkan itu semua. Baru akan sejuk hatinya, jiwanya, dan damai, manakala anak-anaknya bisa menjadi anak-anak yang sholeh dan sholihat, mau mendoakan kedua orang tuanya, benar-benar menjadi hamba yang berbakti kepada Allah dan mengikuti jejak Rasul-Nya. Karena kesalehan putra dan putrinya adalah cahaya bagi kuburnya. Tetapi kalau anda putus asa dan frustrasi, malam membuat galau orang tuamu.

Rasanya sangat terhina di kuburan, manakala balasanmu kepadanya adalah fasilitas dan harta dunia. Duh, anda menjadi anak yang sangat sombong kalau begitu. Anda timbang orang tua anda dengan harta dan dunia. Ini malah durhaka namanya.

Saya sarankan setiap habis sholat anda jangan lupa hadiah Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan an-Naas kepada kedua orang tuamu ■

  • Dr. KH. M. Luqman Hakim  – Pimpinan Redaksi Majalah Cahaya Sufi , Sufiolog dan Pengajar Pesantren Ciganjur

Sumber : Psikologi Sufi , Majalah Cahaya Sufi , Edisi 76, 2012

ΩΩΩ

Entri Terkait :

  1. Mencampur Kuburan Muslim dan Non-Muslim
  2. Membaca Al-Quran di Kuburan
  3. Memperlakukan Makam
  4.  Hukum Memulangkan Jenazah Ruyati
  5. Membaca Yasin untuk Mayat
  6. Tuntunan Ziarah Kubur
  7.  Persamaan Alam Kubur dengan Kuburan
  8.  Jangan Terlalu Salahkan Diri Sendiri
  9. Wasiat  Menguburkan Mayat
  10. Membaca Al-Quran di Kuburan , Bolehkah ?
  11.  Masjid  di  Atas Kuburan
  12. Shalat Jenazah di Kuburan
  13. Hajatan  Kematian
  14. Mengurus Jenazah yang Terkena AIDS
  15. Orang  yang Berhak  Memandikan Jenazah
  16. Wanita Shalat Jenazah
  17.  Shalat Jenazah Berulang
  18.  Mati Bunuh Diri
  19.  Uang Duka
  20.  Mengubur Jenazah Malam Hari
  21. Membuka Tali Kafan
  22. Mengubur Jenazah di Laut
  23. Azan Ketika Penguburan Mayat

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, M. Luqman Hakim and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Jangan Terlalu Salahkan Diri Sendiri

  1. supar says:

    sy fan berat pak lukman di majalah” sufi terdahulu,sy mau cr edisi 1 sampai 10 (milinium sufi)yg di bundel apakah masih ada?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s