Hukum Gambar dan Memelihara Anjing


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ada seoranng ustadz terkenal di Jakarta melalui dakwah di radio mengatakan hukum gambar adalah haram, sementara ulama Arab Saudi, Syekh Abdul Aziz bin Baz mengharamkan kamera dan televisi. Dalam hadis, dinyatakan pula bahwa malaikat tak akan masuk ke rumah yang ada anjing dan gambar. Bagaimana sebenarnya hukum gambar dan memelihara anjing?

Hamba Allah

Jawaban :

Banyak sekali hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan larangan dan ancaman terhadap orang yang membuat gambar. Diriwayatkan dari Mujahid, ia berkata, “Abu Hurairah mengatakan kepada kami bahwa Rasulullah bersabda, `Jibril mendatangiku lalu berkata, sesungguhnya aku datang kepadamu semalam dan tidak ada yang menghalangiku memasuki rumahmu melainkan di atas pintu ada beberapa patung, di dalam rumah ada kain tipis bergambar serta ada anjing, perintahkan agar patung itu di potong kepalanya supaya menjadi seperti bentuk pohon dan kain tipis penutup ( dinding ) itu dipotong lalu di jadikan dua bantal yang disandari dan diinjak dan perintahkan supaya anjing itu dikeluarkan.’ Rasulullah melakukan semua itu. Dan anjing itu adalah anjing kepunyaan Hasan atau Husain yang berada di bawah bangkunya, Nabi memerintahkan untuk mengeluarkannya.“ ( HR. Tirmizi, Abu Daud, al-Nasa’i, al-Baihaqi dan Ahmad, dan ini adalah lafadz Abu Daud ).

Diriwayatkan dari Ubaidillah bin Abdillah, ia mendengar Ibnu Abbas berkata, Saya mendengar Abu Thalhah berkata, “Saya mendengar Rasulullah bersabda, `Malaikat tidak akan masuk rumah yang terdapat anjing dan gambar makhluk bernyawa di dalamnya.’“ (HR Bukhari).

Berdasarkan hadis-hadis itu, sebagian ulama berpendapat semua gambar, lukisan, foto, dan patung adalah haram dan mereka tidak membolehkan Muslim melakukan apa pun yang berkaitan dengan semua itu kecuali jika ada kebutuhan mendesak seperti untuk membuat KTP atau paspor.

Di antara ulama yang berpandangan seperti itu adalah Syekh Abdul Aziz bin Baz. Beliau mengatakan, gambar termasuk foto adalah haram. Namun, beliau menegaskan, jika terpaksa, seperti untuk membuat SIM atau kepentingan administrasi sekolah, seorang Muslim dimaafkan, tetapi hendaklah melakukannya dengan membenci hal itu.

Terkait gambar dalam video yang direkam atau di televisi, beliau mengatakan, banyak ulama yang melakukannya untuk menyebarkan ilmunya dan memberi manfaat bagi umat. Mereka memiliki alasan kuat, tetapi dia tidak melakukan hal itu kecuali dalam keadaan sangat terpaksa, seperti di seminar yang banyak pembicaranya. Ini demi kemaslahatan bagi umat.

Ada juga ulama berpendapat berbeda. Menurut mereka, yang diharamkan itu adalah menggambar dalam bentuk patung atau berhala. Sedangkan, menggambar di atas kanvas, kertas, atau kain tidak  haram selama objek gambarnya bukan yang diharamkan.

Mereka berpendapat demikian karena meyakini Allah dan Rasul-Nya mengharamkan sesuatu yang dapat menyamai dan menandingi Allah dalam penciptaan atau mengagungkan mahkluk yang digambar.

Soal patung dan benda buatan tangan manusia yang mempunyai tubuh seperti manusia atau hewan, ulama mengecualikan boneka yang dijadikan mainan. Untuk foto dari kamera, kebanyakan ulama sekarang membolehkannya selama gambar itu bukan merupakan bentuk pengultusan dan memperlihatkan aurat serta membangkitkan gairah seksual.

Di samping ada hadis yang menjelaskan bahwa malaikat tak akan masuk ke dalam rumah yang ada anjingnya, terdapat hadis lain tentang hukum memelihara anjing. Dari Abu al-Hakam, ia berkata, “Saya mendengar Ibnu Umar menyebutkan hadis dari Nabi, beliau bersabda, ‘Barang siapa memelihara anjing, kecuali anjing penjaga tanaman, atau penjaga ternak, atau anjing pemburu, berkuranglah pahalanya setiap harinya satu qirath.’” ( HR Muslim ) .

Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Kamis , 29 Maret 2012 / 6 Jumadil Awal 1433

ΩΩΩ

 

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Hukum Gambar dan Memelihara Anjing

  1. mustiko says:

    WAH ITU TIKO SETUJU SEKALI PAK USTAD KAYAK ZAMAN SEKARANG KARENA KURANG TAU
    PARA GENERASI MUDA JADI MUNGKIN MASIH BANYAK YANG MEMASANG GAMBAR YANG
    DILARANG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s