Zakat Ganda


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, apakah sesuatu yang sudah dizakati bisa terkena zakat lagi, misalnya, setiap bulan saya menerima gaji yang langsung saya keluarkan zakatnya.

Kemudian, dari gaji bersih tersebut saya belikan emas, katakanlah seberat lima gram, demikian seterusnya. Hingga suatu saat, emas yang saya kumpulkan mencapai nisab 85 gram dan sudah dimiliki selama setahun.

Apakah emas tersebut wajib saya keluarkan zakatnya juga, mengingat sumber dana untuk memiliki emas tersebut berasal dari gaji yang sudah saya zakati?

Hamba Allah

Jawaban :

Dalam menetapkan kewajiban membayar zakat kepada umat, Islam sangat memperhatikan dan mengutamakan prinsip keadilan. Syekh Yusuf al-Qaradhawi dalam kitab Fiqh al-Zakat menjelaskan bahwa di antara penerapan keadilan ini adalah prinsip tidak adanya pembayaran ganda ( double ) dalam pengeluaran zakat.

Prinsip ini ditegaskan oleh Nabi Muhammad dalam hadisnya, “Tidak ada pembayaran ganda dalam zakat.“ ( HR Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf-nya dan Abu Ubaid dalam kitab al-Amwal-nya ). Maksud hadis ini, sebagaimana yang dijelaskan Ibnu Qudamah dalam al-Mughni bahwa tidak boleh mewajibkan dua kali pembayaran zakat dalam setahun karena satu sebab.

Berdasarkan hadis inilah beberapa ulama menetapkan hal-hal dalam pengambilan dan pembayaran yang mencegah terjadinya pembayaran ganda dalam zakat seseorang. Seperti Abu Hanifah yang menegaskan bahwa seseorang yang menjual unta, sapi, atau kambing yang telah dikeluarkan zakatnya maka hasil penjualan itu tidak dicampurkan lagi dengan harta lain yang ingin dikeluarkan zakatnya.

Karena hal itu akan menyebabkan terjadinya pembayaran ganda terhadap seseorang dalam satu harta untuk satu tahun itu. Begitu juga, jika seseorang telah menzakatkan hartanya yang berupa uang, kemudian dengan uang sisanya ia membeli sapi atau kambing, dan dia telah memiliki binatang seperti yang dibelinya. Binatang ternak yang baru dibelinya tersebut, tidak digabungkan dengan ternak lain untuk dikeluarkan zakatnya pada tahun itu.

Merujuk hal ini, dapat kita pahami bahwa sesuatu yang telah kita zakati pada tahun itu tidak boleh lagi dikeluarkan zakatnya. Jika emas yang telah Anda kumpulkan dari hasil gaji bersih sampai 85 gram yang merupakan nisabnya zakat emas dan Anda telah memiliki sejumlah nisab itu selama setahun ( berarti setahun setelah Anda memiliki 85 gram ), wajib dikeluarkan zakatnya, yaitu sebesar 2,5 persen. Wallahu a’lam bish shawab ■

 

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Rabu , 28 Maret 2012 / 5 Jumadil Awal 1433

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s