Deposito dengan Niat Menabung


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, saya ingin menanyakan tentang hukum deposito. Bagaimana kalau niat kita mendepositokan benar-benar murni untuk menabung?

Nurhayati, Jakarta

Jawaban :

Dengan tegas dan jelas Allah SWT dan Rasul-Nya mengharamkan riba dalam Al-Quran serta sunah Nabi dengan menetapkannya sebagai salah satu dosa besar. Dan sebagai Muslim, seharusnya kita taat dan tunduk patuh terhadap larangan Allah dan Rasul-Nya itu. Kalau tidak, Allah telah menjanjikan perang terhadap mereka yang masih melakukannya.

Bahkan Rasulullah menegaskan, dosa yang paling kecil dari riba itu ibarat seseorang yang berzina dengan ibunya sendiri. Allah berfiman, “Orang-orang yang makan ( mengambil ) riba tidak dapat berdiri, tetapi seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka itu karena mereka berkata ( berpendapat ), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.“ ( QS al-Baqarah [2] : 275 ).

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka, jika kamu tidak mengerjakan ( meninggalkan sisa riba ) maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan, jika kamu bertobat ( dari pengambilan riba ) maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak menganiaya dan tidak ( pula ) dianiaya.“ ( QS al-Baqarah [2] : 278-279 ).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi bersabda, “Hendaklah kalian menghindari tujuh dosa yang dapat menyebabkan kebinasaan.“ Dikatakan kepada beliau, “Apakah ketujuh dosa itu wahai Rasulullah?“ Beliau menjawab, “Dosa menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah untuk dibunuh kecuali dengan hak, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan pertempuran, dan menuduh wanita Mukminin baik-baik berbuat zina.“ ( HR Bukhari dan Muslim ).

Hadis lain yang diriwayatkan Abu Hurairah menjelaskan bahwa Rasulullah bersabda, “Riba itu ( ada ) 70 dosa. Yang paling ringan adalah (seperti) seorang laki-laki yang menikahi ibunya sendiri ( HR Ibn Majah, al-Baihaqi, Ibn Abi Syaibah dan Ibn Abi Dunya ).

Mayoritas ulama Islam menjelaskan, deposito di bank ribawi jelas diharamkan di dalam syariat Islam. Sebab, secara praktik menggunakan sistem riba diharamkan Allah dan Rasul-Nya. Sebagai umat Islam kita harus mengikuti dan tunduk terhadap fatwa para ulama tersebut karena mereka telah berijtihad sesuai spesialisasi dan kedalaman ilmu mereka dalam rangka menjalankan amanat mereka sebagai pewaris Nabi.

Sekarang, dengan bermunculannya bank-bank syariah yang mendasarkan kontrak dan transaksi pada syariat Islam, umat Islam mempunyai alternatif pilihan untuk menabungkan dan menyimpan hartanya di bank-bank syariah. Dan, tidak ada lagi alasan dharurah atau keterpaksaan karena tidak ada alternatif lainnya.

Meskipun dalam praktiknya bank-bank yang mengaku syariah tidak 100 persen dapat menjalankan syariat Islam, tetapi semua ini adalah proses menuju kesempurnaan. Dalam Islam, segala amal dan tindakan dapat dikatakan baik dan diterima oleh Allah jika amal itu benar sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah dan ikhlas dilakukan hanya karena Allah.

Jadi, tidak cukup hanya niat, tapi juga harus dilakukan dengan benar sesuai tuntunan Nabi. Dalam hal ini, Allah berfirman, “Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.“ ( QS al-Kahfi [18] : 110 ). Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Selasa , 27 Maret 2012/4 Jumadil Awal 1433

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Muamalah and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s