Bingung Membedakan Darah Haid atau Istihadhah


Oleh : KH Ali Yafie

Saya ibu rumah tangga yang saat ini menggunakan alat kontrasepsi ( suntik ). Kendala yang saya hadapi dalam menggunakan kontrasepsi ini adalah keluarnya darah terus menerus.

Pada awalnya saya masih dapat membedakan mana darah haid ( kental ) dan mana darah istihadhah ( cerah ). Tapi sekarang, saya sudah tidak dapat membedakannya lagi karena warna darah sama.

Saya bingung kalau harus shalat, khawatir kalau darah yang keluar adalah darah haid, tapi kalau saya meninggalkan shalat, malah takut sebaliknya. Pertanyaannya :

  1. Bagaimana membedakan darah haid dan istihadhah ?
  2. Kalau kita tidak dapat membedakan antara darah haid dan istihadhah, apa yang harus kita lakukan agar kita tidak meninggalkan kewajiban kita sebagai Muslimah ?

Terima kasih sebelumnya.

Munira U. Muhammad, Tidore, Maluku Utara

Jawaban :

  1. Bila demikian adanya, sulit membedakan antara darah haid dan istihadhah setelah menggunakan alat kontrasepsi, maka yang jadi patokan adalah kebiasaan haid sewaktu Anda belum menggunakan alat kontrasepsi.

Bukan kekentalan atau cairnya darah tersebut yang menjadi pertanda haid atau        istihadhah. Artinya di sini, jika kebiasaan masa haid sebelum penggunaan kontrasepsi 7   hari misalnya, maka selebihnya itu adalah darah istihadhah.

  1. Dalam kondisi seperti ini, tatkala mau melaksanakan shalat, maka harus membersihkan dulu darahnya, kemudian wudhu dan langsung mengerjakan shalat . Meskipun setelahnya nanti darah ( istihadhah ) itu keluar lagi. Begitulah seterusnya meskipun darah itu masih keluar terus selama beberapa hari, tetapi caranya seperti tadi. Itulah konsekuensinya

Sumber : Konsultasi Fiqih, Majalah Hidayah, Edisi 125, Januari 2012

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Ali Yafie, Fiqih and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s