Pemecah Belah Umat


Oleh : Ustadz Aam Amiruddin

Ustadz, saya punya tetangga yang satu aktifis PERSIS yang satu lagi aktifis NU, mereka itu kelihatannya ngak akur dengan alasan perbedaan akidah dan ibadah. Akhirnya saya berkesimpulan bahwa organisasi keislaman itu menjadi penyebab pecah belah umat Islam. Benarkah kesimpulan saya ?

Rina@usa.net

Jawaban :

Tanpa mengurangi rasa hormat saya, tampaknya Anda terjebak pada kerancuan berfikir yang disebut dengan Fallacy of Drammatic Instance. Yaitu penggunaan satu atau dua kasus ntuk mendukung argumen yang bersifat general atau umum. Jadi Fallacy of Dramatic Instance berawal dari kecenderungan orang untuk melakukan apa yang dikenal dengan over-generalisation. Kerancuan berfikir semacam ini banyak terjadi dalam berbagai telaah sosial.

Apa yang Anda ceritakan memang bisa terjadi, namun dari kasus itu tidak bisa langsung disimpulkan bahwa PERSIS, NU, Muhammadiah dan lain-lain itu sebagai pemecah belah. Justru mencermati keberadaan organisasi-organisasi keislaman yang ada saat ini seperti sungguh banyak yang patut kita syukuri. Organisasi-organisasi tersebut telah banyak memberikan kontribusi pada kemajuan Islam di Indonesia.

Setiap organisasi keislaman memiliki keunikan dan stressing/penekanan yang berbeda dalam memperjuangkan Islam. Perlu ditekankan di sini bahwa organisasi itu hanya alat untuk memperjuangkan Islam jadi bukan tujuan. Sangat keliru apabila kita menjadikan organsiasi sebagai tujuan. Ingat dia hanya alat! Alat yang dibuat manusia tentu tidak ada yang sempurna pasti ada plus minusnya. Muhammadiah, Nahdhatul Ulama, Persis, dll tentu banyak kelebihannya tapi juga pasti ada kekurangannya. Karena itu tidak ada yang patut kita sombongkan. Jangan merasa paling suci, paling sempurna dan paling Qur’an-sunnah.

Kesimpulannya, organisasi keislaman bukan penyebab pecah belahnya ummat Islam, namun kesombongan yang jadi penyebabnya. Karena itu alangkah indahnya kalau para aktifis organisasi keislaman banyak melakukan dialog intelektual yang ikhlas, sehingga perbedaan-perbedaan bisa dijembatani.  Wallahu A’lam ■

Sumber : Bedah Masalah, Majalah Percikan Iman, No. 7 Th. III  Juli 2002 / Rabiul Tsani 1423 H

     ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aam Amiruddin, Dakwah, Dunia Islam and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s