Trik Agar Kuat Iman


Oleh : Ustadz Aam Amiruddin

Ustadz, bagaimana memelihara iman agar tetap kokoh ? Mohon penjelasan.

Erna@… com

Jawaban :

Allah swt. mengumpamakan iman yang kuat seperti pohon yang akarnya menghunjam ke bumi, cabangnya menjulang ke langit, berdaun lebat, dan selalu berbuah.

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik  ( Laa Ilaha Illallah ) seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke atas langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya selalu ingat.” ( Q.S. Ibrahim [14] : 24-25 )

Agar pohon tetap subur dan kokoh, perlu dipelihara dengan memberinya air yang bagus dan pupuk yang berkualitas. Iman pun demikian, harus dirawat dan dipupuk. Di antara strategi agar iman tetap dalam keadaan kokoh yaitu :

Pertama, muhasabatunnafsi, melakukan introspeksi diri. Mengidentifikasi apa saja kekurangan, kelemahan, dan kealfaan kita, lalu memperbaikinya dengan sungguh-sungguh. Apabila melakukan amal keburukan, cepatlah bertaubat dengan memperbanyak istighfar yang kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan berbagai amal kebajikan yang Allah ridhai.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok ( akhirat ), dan bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” ( Q.S. Al Hasyr [59] : 18 ).

Kedua, dengan riyadhah ruhiyah, yaitu dengan latihan membiasakan melakukan amalan-amalan sunnah seperti shaum sunah, shalat dhuha, shalat tahajud, shalat witir, dan amalan–amalan sunah lainnya yang berfungsi untuk menyuburkan ruhiyah, sehingga senantiasa merasakan kehadiran Allah dalam hidup.

Ketiga, Tadabbur Quran, yaitu membaca, memahami, menghayati, serta mengamalkan Al Quran. Syukur-syukur kita bisa mengajarkannya. Usman bin ‘Affan r.a., berkata, “Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baik dari kalian adalah yang mempelajari Al Quran, kemudian mengajarkannya.” ( H.R. Bukhari ).

Al Quran adalah kitab Allah sebagai petunjuk bagi manusia. Apabila menemukan fenomena-fenomena yang menimbulkan keraguan, maka solusinya adalah dengan mentadabburi Al Quran.“Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” ( Q.S. Al Baqarah [2] : 2 ).

Dengan tadabbur Quran, hati menjadi bercahaya karena Al Quran berfungsi sebagai cahaya  ( penerang ) bagi orang yang dalam kegelapan, yang diliputi oleh keragu-raguan, kebimbangan dalam menjalani kehidupan, sehingga mendapatkan kemampuan membedakan dengan jelas mana yang benar dan mana yang batil.

“Mengapa mereka tidak mentadabburi ( memperhatikan ) Al Quran, ataukah hati mereka terkunci?” ( Q.S. Muhammad [47] : 24 )

Keempat, dzikrullah ( banyak mengingat Allah ). Dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenteram. Ketenteraman itu terasa dari jiwa ihsan, yaitu merasakan Allah selalu melihatnya sehingga setiap aktivitasnya senantiasa ada dalam tataran fitrahnya (mengikuti petunjuk Allah), yaitu ada dalam situasi tenteram dan damai, penuh keimanan yang merupakan cahaya di dalam menjalani kehidupannya.

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah ( dengan menyebut nama ) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya ( memohonkan ampunan untukmu ), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” ( Q.S. Al Ahzab [33] : 41-43 ).

Kelima, memperbanyak do’a. Memohon pertolongan Allah agar hidup senantiasa ada dalam petunjuk-Nya, senantiasa berada dalam jalan yang pernah ditempuh oleh orang-orang yang telah mendapatkan anugerah nikmat-Nya seperti para nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin.

“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para siddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman-teman yang sebaik-baiknya.”  ( Q.S. An-Nisa [4]: 69 ).

Keenam, mencintai fakir miskin dan anak yatim. Abu Hurairah r.a. bercerita, seseorang melaporkan kepada Rasulullah saw. tentang kegersangan qalbu yang dialaminya. Beliau saw., menegaskan, “Bila engkau mau menghidupkan qalbumu, beri makanlah orang-orang miskin dan cintai anak yatim.” ( H.R. Ahmad ).

Mencintai mereka diaplikasikan dalam bentuk zakat, infaq, shadaqah, dan kegiatan-kegiatan sosial yang dilandasi tujuan membahagiakan fakir, miskin, dan yatim sebagai ekspresi dari jiwa syukur atas anugerah kenikmatan Allah. Syukur adalah aktivitas yang lahir dari keyakinan bahwa harta yang dimilikinya adalah titipan Allah yang harus dipergunakan secara proporsional sesuai yang dikehendaki-Nya. Allah akan menambah nikmat bagi orang-orang yang bersyukur. Semakin banyak membahagiakan orang lain, akan semakin banyak kenikmatan hidup yang akan diraih. “… Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah ( nikmat ) kepadamu dan jika mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” ( Q.S. Ibrahim[14]: 7 ).

Itulah di antara strategi agar iman tetap kokoh. Sehingga iman yang kita miliki dapat diibaratkan seperti pohon yang kokoh, berdaun rindang, berbuah lebat, dapat dijadikan tempat berteduh, bersandar, dan berlindung orang-orang yang kepanasan dan kecapean. Apabila ada angin atau badai datang menimpanya, pohon tersebut akan tetap kokoh berdiri tegak, elegan, gagah, indah, dan mempesona. Wallahu A’lam

Sumber : Bedah Masalah, Majalah Percikan Iman, No. 06 Thn. IV Juni 2003 / Rabiulawal 1424 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aam Amiruddin, Aqidah and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Trik Agar Kuat Iman

  1. estry says:

    assalamu’alaikum….ustadz bagaimana caranya agar kita selalu sabar, kuat dan ikhlas dalam menjalani cobaan hidup?jujur terkadang saya hampir putus asa..saya lagi belajar untuk itu tp ada saja godaan yang membuat saya jadi putus asa…

  2. adul says:

    Iman itu memang relatif.
    Apalagi iman yg tdk didukung ilmu akan sangat lemah, scara logika sedikipun tdk bsa di gambarkan.
    Sedangkan keyakinan itu(iman)hrs terasa dalam hati kebenaranya, sehingga di dia hrs tau ter’ucap jelas, tertanam tegui, terlaksana dlm hidup.
    Lalu bgmn ia bs tau keimananya sdangkan dia tdk mencari ilmunya.
    Dan tdk ada lain sumber ilmu ke’imana ada dalm Alqur’an.
    Tapi hrs hati2 dalm mengkaji Alqur’an, jgn sampe salah tafsir untk bs mengambil hikmah hrs ada keterangan dari guru yg sudah mursid, sudh menerapkan dalm hidupnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s