Berapakah Batas Maksimal Mengambil Keuntungan ?


Oleh : KH Ali Yafie

Saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan yang selama ini membingungkan saya, yaitu seputar harga dan keuntungan.
1. Adakah batas maksimal keuntungan bisnis di dalam Islam, misalnya menjual suatu barang, berapakah seharusnya keuntungan yang bisa kita ambil ?
2. Keuntungan bagaimanakah yang diharamkan dalam Islam ?

Sekian, terima kasih atas jawabannya.

Warissuddin Soleh, Padang

Jawaban :

1.  Tidak ada batasan keuntungan yang ditetapkan syariah. Seseorang bisa menetapkan keuntungan yang wajar sesuai dengan standar yang berlaku di lingkunga n sekitarnya.

Di dalam agama, berlaku ketentuan bahwa keuntungan tidak boleh berlebihan. Walaupun halal tetapi bila berlebihan ( tidak wajar ) atau menyusahkan orang lain, itu sangat tidak terpuji.

Orang yang berdagang atau menjual jasa harus tahu diri dengan membatasi keuntungan dalam batas-batas yang wajar.

Memang kadang-kadang beda tempat beda pula harganya. Seperti di terminal, bandara, tempat hiburan, itu berbeda. Tidak mengapa menaikkan harga berdasarkan perhitungan yang wajar asalkan berlaku standar di tempat itu.

Karena di bandara kontrak tempatnya juga sangat mahal bila dibandingkan dengan harga di perumahan biasa. Kewajaran di sini harus sesuai dengan yang berlaku di lingkungan setempat.

Berapa keuntungan wajar yang menentukan adalah pasar dan pemerintah turut mengontrolnya.

2.  Jadi yang diharamkan adalah mengambil keuntungan yang berlebih-lebihan. Kaidahnya adalah semua yang berlebih-lebihan tidak dibolehkan. Sebab ini bukan bicara soal ekonomi semata, tapi juga masalah kehalalannya.

Tingginya harga yang ditetapkan melebihi kewajaran apalagi sangat mencekik orang, merupakan perbuatan yang terlarang.

Sama analoginya dengan makan yang berlebih-lebihan, bicara berlebih-lebihan. Makan secara wajar ( tidak berlebihan ) boleh-boleh saja, tetapi kalau sudah berlebihan menjadi terlarang

Sumber : Konsultasi Fiqih, Majalah Hidayah, Edisi 125, Januari 2012

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Ali Yafie, Fiqih, Muamalah and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Berapakah Batas Maksimal Mengambil Keuntungan ?

  1. sebetulnya dagang jaman sekarang beda dengan jaman dulu .. informasi sekarang mudah di dapat .. ambil untung terlalu banyak bisa jadi bumerang untuk si penjual.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s