Persamaan Alam Kubur dengan Kuburan


Oleh : Ustadz Aam Amiruddin

Ustadz, apakah kuburan itu sama dengan alam kubur ?

Nia Kurniasih, Garut

Jawaban :

Alam kubur adalah alam yang dimasuki oleh setiap orang yang meninggal dunia, apakah ia dikuburkan atau tidak dikuburkan. Fir’aun misalnya, meskipun sampai sekarang masih utuh sebagai  mummi yang disimpan di Museum Cairo Mesir, ia tetap berada dalam alam kubur. Begitu juga jasad-jasad lain, baik yang utuh maupun yang hancur bagai tepung, mereka tetap memasuki alam kubur. Alam kubur dikenal juga dengan sebutan Alam Barzah yang berarti pembatas antara alam dunia dan alam akhirat.

Setelah seseorang memasuki alam kubur, ia akan ditanya oleh Malaikat Munkar dan Nakir tentang Tuhan, Agama, dan Nabi-Nya. Orang yang beriman akan menjawab: Tuhanku Allah, Agamaku Islam, dan Nabiku Muhammad saw. Sedangkan orang yang tidak beriman atau orang yang ragu akan mengatakan tidak tahu, lalu ia akan disiksa. Yang menentukan bisa atau tidaknya seseorang menjawab pertanyaan malaikat di alam kubur adalah iman dan  amal shalehnya selama hidup di dunia.

Setiap orang yang lulus dalam ‘ujian’ alam kubur akan merasakan kenikmatan, sebaliknya orang yang tidak lulus akan merasakan azab dan penderitaan. Bagaimana bentuk kenikmatan dan siksa yang akan dirasakan, tidak perlu kita bandingkan dengan apa yang didapat di dunia sekarang ini. Yang jelas, kenikmataan dan siksaan itu merupakan realitas yang harus kita imani.

Nash-nash Al Qur’an dan sunah yang dijadikan dalil adanya pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir serta adanya kenikmatan dan siksa di alam kubur antara lain sebagai berikut:

a. “Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat…” ( QS. Ibrahim:27 ).

Menurut Rasullah saw. al-qaulu as-tsabit dalam ayat di atas adalah kesaksian — bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad Rasulullah — yang diberikan oleh seorang Muslim di dalam kubur tatkala ditanya oleh malaikat. ( HR. Bukhari dan Muslim )

b. “… Dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang. Pada hari terjadinya kiamat (dikatakan kepada malaikat): ‘Masukkan Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.”

Dalam ayat di atas, ada dua azab yang ditimpakan oleh Allah kepada Fir’aun dan kaumnya. Pertama, ditampakkan neraka pada pagi dan petang. Kedua, dimasukkan ke dalam azab yang sangat keras. Jika azab yang kedua dinyatakan setelah terjadinya kiamat, tentu azab yang pertama terjadi antara kematian dan kebangkitan, yaitu di alam kubur.

c.  Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya jika seseorang telah diletakkan di dalam kuburannya dan ditinggalkan oleh teman-temannya, maka ia mendengar bunyi sandal mereka, maka saat itu ia didatangi oleh dua malaikat yang kemudian mendudukkannya dan bertanya: “Bagaimana pendapatmu tentang ini (maksudnya Nabi Muhammad saw)?” Seorang mukmin akan menjawab: “Aku bersaksi bahwa ia adalah hamba dan utusan Allah.” Lalu malaikat itu berkata kepadanya: “Lihatlah, tempatmu di neraka sana sudah diganti oleh Allah dengan tempat di surga, kemudian ia melihat kedua tempat itu.

Adapun orang munafik dan kafir, ketika ditanya: “Bagaimana pendapatmu tentang orang ini?” ia menjawab: “Saya tidak tahu. Saya hanya mengatakan apa kata orang saja.” Lalu dukatakan kepadanya: “Kamu tidak tahu dan tidak pernah membaca namanya?” Lalu ia dipukul dengan palu besi hingga menjerit kesakitan, yang jeritannya itu didengar oleh makhluk di sekitanya, kecuali oleh manusia dan jin.” (Muttafaqun ‘alaih)

Menurut Dr. Muhammad Na’im Yasin dalam bukunya Al-Iman, hadits-hadits shahih yang menerangkan adanya azab kubur sangat banyak dan mencapai derajat mutawatir (meyakinkan/pasti) .

Kesimpulannya, kuburan adalah tempat jenazah dikuburkan, sedangkan alam kubur atau alam barzah adalah alam atau kehidupan yang akan dirasakan oleh setiap orang yang telah wafat. Walaupun keberadaan alam kubur itu tidak bisa dibuktikan secara empirik, kita harus yakin bahwa alam kubur itu ada. Wallahu A’lam

Sumber : Bedah Masalah, Percikan Iman, No. 2 Th. III Februari 2002 / Dzulqo’dah 1422 H

ΩΩΩ

Entri Terkait :

  1. Mencampur Kuburan Muslim dan Non-Muslim
  2. Membaca Al-Quran di Kuburan
  3. Memperlakukan Makam
  4.  Hukum Memulangkan Jenazah Ruyati
  5. Membaca Yasin untuk Mayat
  6. Tuntunan Ziarah Kubur
  7.  Persamaan Alam Kubur dengan Kuburan
  8.  Jangan Terlalu Salahkan Diri Sendiri
  9. Wasiat  Menguburkan Mayat
  10. Membaca Al-Quran di Kuburan , Bolehkah ?
  11.  Masjid  di  Atas Kuburan
  12. Shalat Jenazah di Kuburan
  13. Hajatan  Kematian
  14. Mengurus Jenazah yang Terkena AIDS
  15. Orang  yang Berhak  Memandikan Jenazah
  16. Wanita Shalat Jenazah
  17.  Shalat Jenazah Berulang
  18.  Mati Bunuh Diri
  19.  Uang Duka
  20.  Mengubur Jenazah Malam Hari
  21. Membuka Tali Kafan
  22. Mengubur Jenazah di Laut
  23. Azan Ketika Penguburan Mayat

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aam Amiruddin, Aqidah and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Persamaan Alam Kubur dengan Kuburan

  1. Nurfawaidi says:

    Ya Allah jauhkanlah hambamu dari siksa kubur,…

  2. Ass. Wr. Wb,,,
    Mhn ijin copaz tadz…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s