Hajatan Kematian


Oleh : Ustadz Aam Amiruddin

Ustadz, bagaimana pandangan Islam tentang hajatan kematian dan hal itu diniatkan ahli warisnya sebagai shadaqah ?

Firmansyah@ …. Com

Jawaban :

Melaksanakan hajatan kematian adalah salah satu tradisi di Indonesia. Pelaksanaannya  biasanya pada hari ketiga, kelima, ketujuh, bahkan hingga hari keempat puluh setelah kematian.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           Pertanyaanya, apakah dalam Islam hal seperti ini dibenarkan? Ada dua pendapat di   kalangan  para ulama tentang masalah ini.

Pendapat pertama menyebutkan bahwa hajatan atau makan-makan setelah penguburan mayat hukumnya terlarang, karena hal itu dikategorikan sebagai ratapan kepada jenazah, padahal meratapi mayat hukumnya haram. Perhatikan keterangan berikut.

Jarir bin ‘Abdillah Al-Bajali berkata: “Kita ( para sahabat ) menganggap bahwa berkumpul di rumah keluarga yang meninggal dan makan-makan setelah jenazah itu dikuburkan termasuk niyaahah ( meratap ).” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Pendapat kedua menyatakan bahwa hajatan bagi jenazah itu hukumnya sunah kalau diniatkan shadaqah. Namun sayang pendapat kedua ini tidak menyertakan dalil-dalil yang meyakinkan.

Oleh karena itu, penulis berkeyakinan pendapat pertama lebih kuat daripada pendapat yang kedua. Apalagi kalau kita telaah kehidupan Rasulullah saw. dan para sahabatnya. Saat Rasulullah ditinggal wafat oleh isterinya, Khadijah ra., beliau tidak melaksanakn hajatan apa pun, padahal kita tahu betapa besar cinta Rasulullah kepada isterinya tersebut. Begitu pula saat Rasulullah saw. wafat, tak seorang sahabat pun yang melaksanakan hajatan.

Jadi, bisa kita simpulkan bahwa hajatan setelah penguburan jenazah pada hari ketiga, kelima, ketujuh, dan hari-hari berikutnya, tidak pernah dicontohkan Rasulullah saw. dan para sahabatya. Wallahu A’lam ■

Sumber : Bedah Masalah, Percikan Iman, No. 2 Th. III Februari 2002 / Dzulqo’dah 1422 H

ΩΩΩ

Entri Terkait :

  1. Mencampur Kuburan Muslim dan Non-Muslim
  2. Membaca Al-Quran di Kuburan
  3. Memperlakukan Makam
  4.  Hukum Memulangkan Jenazah Ruyati
  5. Membaca Yasin untuk Mayat
  6. Tuntunan Ziarah Kubur
  7.  Persamaan Alam Kubur dengan Kuburan
  8.  Jangan Terlalu Salahkan Diri Sendiri
  9. Wasiat  Menguburkan Mayat
  10. Membaca Al-Quran di Kuburan , Bolehkah ?
  11.  Masjid  di  Atas Kuburan
  12. Shalat Jenazah di Kuburan
  13. Hajatan  Kematian
  14. Mengurus Jenazah yang Terkena AIDS
  15. Orang  yang Berhak  Memandikan Jenazah
  16. Wanita Shalat Jenazah
  17.  Shalat Jenazah Berulang
  18.  Mati Bunuh Diri
  19.  Uang Duka
  20.  Mengubur Jenazah Malam Hari
  21. Membuka Tali Kafan
  22. Mengubur Jenazah di Laut
  23. Azan Ketika Penguburan Mayat

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aam Amiruddin, Fiqih, Upacara Keagamaan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s