Apakah Bunuh Diri Merupakan Takdir ?


Oleh : Ustadz Aam Amiruddin

Ustadz, apakah meninggal karena bunuh diri dapat dikatakan takdir ajal almarhum?

Jawaban :

Ajal artinya waktu. Dikaitkan dengan kematian, ajal artinya waktu datangnya kematian kepada seseorang. Karenanya, berbicara ajal berarti berbicara waktu datangnya kematian dan bukan cara datangnya kematian tersebut.

                                                                                                                                                                                                                                                    Ajal merupakan bagian dari takdir mubrom ( taqdir sejak ajali ) yang merupakan rahasia Allah . Adapun cara ajal datang kepada seseorang merupakan hal lain. Bunuh diri misalnya, boleh saja dianggap takdir ketika kasusnya sudah menimpa sehingga kita berkata mengenai orang yang bunuh diri, “Begitulah takdir kematian menimpa dia”. Yang penting, jangan sampai ketika bunuh diri dianggap sebagai takdir, kemudian menjadi pembenaran terhadap perilaku bunuh diri yang kini kian marak.

Mari kita perhatikan dua hadits berikut.

“Rasulullah Saw. bersabda, ‘Barangsiapa membunuh dirinya dengan sepotong besi, maka dengan besi yang tergenggam di tangannya itulah dia akan menikam perutnya dalam neraka Jahanam secara terus-terusan dan dia akan dikekalkan di dalam neraka. Barangsiapa membunuh dirinya dengan meminum racun maka dia akan merasai racun itu dalam neraka Jahanam secara terus-terusan dan dia akan dikekalkan di dalam neraka tersebut untuk selama-lamanya. Begitu juga, barangsiapa membunuh dirinya dengan terjun dari puncak gunung, maka dia akan terjun ke dalam neraka Jahanam secara terus-terusan untuk membunuh dirinya dan dia akan dikekalkan dalam neraka tersebut untuk selama-lamanya.” ( H.R. Muslim )

“Pernah ada seorang yang terluka lalu dia bunuh diri maka Allah Swt. berfirman, ‘Hamba-Ku mendahului aku dalam hal nyawanya sehingga aku haramkan baginya surga.’” ( H.R. Bukhari )

Wallahu a’lam ■

Sumber : Bedah Masalah, Percikan Iman, No. 03 Th. XIII Maret  2012 / Jumadil Ula 1433                                                                                                                                                                   

ΩΩΩ

Entri Terkait :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aam Amiruddin, Aqidah and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s