Di Manakah Allah ?


Oleh : M Quraish Shihab

Apakah Allah ada di atas surga ataukah di dalamnya ? Juga apakah keyakinan bahwa Allah lebih besar daripada alam merupakan bagian dari aqidah ?

Manarul Fuadi , Jakarta

Jawaban :

Segala puji bagi Allah Yang Tinggi dan Agung serta Maha Suci, dan tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah dan Allah Maha Besar.

Allah Ta’ala adalah Maha Tinggi, dan sesungguhnya Dia berdiam di atas Arsy sebagaimana Allah sendiri telah memberitahukan hal itu di dalam Al-Quran. “(Yaitu ) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas ‘Arasy.” ( Surat Thaahaa, ayat 5 )

Dia yang Maha Tinggi dan Maha Besar, dan Dia lebih besar dari segala sesuatu, Dia pun Maha Agung yang tidak ada yang lebih agung daripada-Nya. Dan di antara kesempurnaan keagungan-Nya dan kekuasaan-Nya, bahwa Dia mengambil langit dan bumi dengan kedua tangan-Nya pada hari kiamat, sebagimana firman Allah, “Dan tidaklah mereka mengagungkan Allah dengan sebenarnya, padahal bumi semuanya dipegang pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa-apa yang mereka sekutukan.”

Maka wajib diketahui bahwa sesungguhnya Dia Yang Maha Tinggi dengan kesempurnaan ketinggian-Nya dan kesempurnaan keagungan-Nya tidak memungkinkan untuk menetap di sesuatupun dari ciptaan-Nya. Maka tidak boleh dikatakan bahwa Allah Ta’ala berada di surga, tetapi Dia di atas ‘Arsy yang merupakan atap Firdaus, sedangakn Firdaus adalah surga yang paling tinggi. Rasulullah SAW bersabda,”Kalau kalian meminta surga kepada Allah, maka mintalah Firdaus, karena sesungguhnya dia adalah surga yang paling tinggi dan paling tengah, dan atapnya adalah ‘Arsy Allah Yang Rahman.”

Tidak boleh bagi seorang Muslim berfikir tentang dzat Allah atau membayangkan keagungan-Nya karena akal manusia itu lemah untuk mengetahui hakikat dzat dan sifat Allah serta keadaan-Nya, sebagaimana perkataan Imam Malik ketika ditanya tentang keadaan istiwa’-nya Allah di atas Arsy : “Istiwa’ itu maklum ( diketahui ) , adapun caranya majhul ( tidak diketahui ), sedangkan beriman tentang hal itu wajib, dan bertanya tentang hal itu adalah bid’ah.”■

Sumber : Anda Bertanya Hikmah Menjawab,  Majalah Hikmah, No. 01 – Tahun I / Juni 2003 / Rabiul Akhir 1424 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aqidah, M.Quraish Shihab and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Di Manakah Allah ?

  1. Fuan says:

    Pernyataan yg aneh, Allah tidak mungkin menetap pada makhluk-Nya, ttp bisa menetap di arsy?? Bukankah arsy juga makhluk-Nya? Allah wujud bila makan, Allah tidak bertempat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s