Mewasiatkan Anggota Tubuh


Oleh : M Quraish Shihab

Semenjak kecil saya dihinggapi penyakit yang tidak kunjung sembuh. Bahkan kian hari kian bertambah parah. Sudah lama saya berhenti berobat karena tidak ada perubahan berarti. Pertanyaan saya adalah, apakah saya dinilai telah melakukan bunuh diri ? Bolehkah saya berwasiat menyerahkan tubuh saya – setelah meninggal dunia – untuk menjadi bahan penelitiann bagi ilmu kedokteran ?

Abdullah, Bekasi

Jawaban :

Seseorang tidak dibenarkan berputus asa dari rahmat Tuhan, namun demikian mengulang-ulangi satu perbuatan yang dianggap tidak berguna, juga tidak dibenarkan agama. Atas dasar itu, maka jika Anda menghentikan cara-cara pengobatan yang selama ini telah Anda tempuh dan ternyata tidak berhasil, maka penghentian tersebut tidaklah melanggar agama. Namun Anda tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah menyangkut kesembuhan, karena seperti Allah berfirman,”Sesungguhnya tidak berputus asa dari rahmat Allh melainkan kaum yang kafir.” ( QS 12 : 87 )

Boleh jadi apa yang Anda alami ini adalah psikosomatik, yakni penyakit  yang ditimbulkan oleh faktor psikologis dan mempengaruhi ke jasmani Anda. Untuk itu ada baiknya berobat kepada psikolog, dan lebih tekun mendekatkan diri kepada Allah SWT antara lain dengan jalan berdoa, karena pada akhirnya obat dan upaya dokter hanyalah perantara sedang yang menyembuhkan adalah Allah SWT . Jika itu Anda tempuh, maka Anda tidak dapat dinilai membunuh diri, karena harapan kepada Allah untuk kesembuhan serta upaya untuk maksud tersebut tetap Anda lakukan, walaupun bukan dengan cara meminum obat tertentu. Doa menurut paraih hadiah Nobel bidang kedokteran, A. Carrel, merupakan salah satu cara yang amat ampuh dalam penyembuhan berbagai penyakit.

Berwasiat untk menyerahkan badan atau salah satu anggota tubuh, baik untuk tujuan penelitian, maupun sumbangan kepada orang lain, dibenarkan dalam ajaran agama, selama tidak dikaitkan dengan imbalan materi.

Pembangkitan di hari kemudian ( Mahsyar ) tidak ada pengaruhnya dengan hilang atau disumbangkannya salah satu anggota tubuh, karena kalaupun tidak disumbangkan dia toh akan hancur bercampur tanah. Apalagi seperti pendapat banyak ulama, kebangkitan nanti bukannya dengan membangkitkan jasad yang telah pernah ada, tetapi jasad baru yang diciptakan Allah SWT.

Bahkan ada yang berpendapat bahwa kebangkitan kelak bukan kebangkitan jasmani, melainkan kebangkitan rohani, kalaupun ada yang berpendapat bahwa kebangkitan jasmani nanti sama persis dengan keadaan seseorang di dunia, maka itu adalah pada saat hidupnya, bukan setelah kematiannya, yang dalam contoh kasus Anda adalah menyumbangkan setelah kematian ■

Sumber : Quraish Shihab Menjawab ,Dialog Jumat, Republika, Jumat, 24 Mei 1996 / 6 Muharam 1417 H

 ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Fiqih, M.Quraish Shihab and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s