Agar Anak Menjadi Shalih dan Shalihah


Oleh : Zakiah Daradjat

Saya pria berusia 30 tahun. Saya sudah menikah dan saat ini sedang menantikan kelahiran anak pertama. Saat ini usia kandungan istri saya sudah enam bulan, dan sebulan lagi menurut adat Jawa harus diadakan tradisi nujuh-bulanan. Yang ingin saya tanyakan adalah :
•   Apakah Islam mengenal tradisi nujuh-bulanan ?
•   Apakah yang sebaiknya kami lakukan dalam menanti kelahiran anak pertama ini ?

Eko Purwanto , Jakarta

Jawaban :

Islam tidak mengenal istilah nujuh-bulanan.

Dalam menanti kelahiran sang buah hati, banyaklah berdoa, agar anak yang akan lahir itu menjadi anak yang baik dan sholeh, seperti yang diharapkan. Lalu jangan membuat hal-hal yang mengejutkan dan menakutkan. Harus berhati-hati, karena akan berefek pada bayi.

Ada suatu kasus yang permasalahannya baru ditemukan setelah remaja. Ternyata ketika ibunya mengandung anak tersebut, si ibu sakit terus. Bahkan ketika sang anak lahir, rumahnya runtuh, dan dia sendiri lahir di dapur. Akhirnya dia merasa menjadi anak yang kelahirannya tidak diharapkan.  Perasaan bahwa dia adalah anak yang membawa malapetaka terbawa terus, sehingga dia goncang.

Ada juga yang ibu dan bapaknya sering bertengkar, ketika sang ibu mengandungnya. Saat itu kepribadian belum terbentuk. Walaupun begitu, pengaruh itu sudah membentuk dirinya.

Dalam masa-masa mengandung, suami harus memberi kondisi yang nyaman terhadap istri, misalnya dengan tetap memberikan perhatian. Yang perlu dipahami pada saat itu adalah istri mudah tersinggung karena berbagai sebab, misal badan berubah menjadi gendut, bahkan tidur pun terganggu. Islam sangat memperhatikan suasana dan kondisi ibu yang sedang mengandung. Karenanya, Islam tidak memperbolehkan istri yang sedang hamil diceraikan ■

Sumber : Konsultasi Agama , MIMBAR UMMAT, Jumat, 14 Juli 2000 / 12 Rabiul Tsani 1421 H

  • Prof. Dr. Zakiah Daradjat, pakar psikologi agama dan kesehtan mental

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Keluarga, Zakiah Daradjat and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Agar Anak Menjadi Shalih dan Shalihah

  1. maryam says:

    Saya mau bertanya : saya pernah mimpi bertemu seseorang dalam mimpi saya dia menyuruh saya pakai kalung yang di kasih ke saya kalung in punya pacar saya yang sudah meninggal dia juga mencium kening saya di pikiran saya bahwa seseorang in adalah pacar saya tapi dalam mimpi it bukan wajah pacar saya, aneh kan? Pertanyaan saya apakah benar di dalam mimpi it adalah pacar saya?

  2. maryam says:

    maryam on 23 November 2015 at 22:09
    Saya mau bertanya : saya pernah mimpi bertemu seseorang dalam mimpi saya dia menyuruh saya pakai kalung yang di kasih ke saya kalung in punya pacar saya yang sudah meninggal dia juga mencium kening saya di pikiran saya bahwa seseorang in adalah pacar saya tapi dalam mimpi it bukan wajah pacar saya, aneh kan? Pertanyaan saya apakah benar di dalam mimpi it adalah pacar saya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s