Orang yang Berhak Memandikan Jenazah


Oleh : Ustadz Aam Amiruddin

Minta penjelasan, siapa yang paling berhak memandikan jenazah? Apakah keluarga ataukah tim pengurus kematian ? Bagaimana kalau pihak keluarga tidak ada yang mampu melakukannya ?

Elsa

Jawaban :

Sesungguhnya yang paling utama memandikan jenazah adalah kerabat terdekat. Kalau orang tua meninggal, yang paling layak untuk memandikannya adalah anak-anaknya. Kalau suami meninggal, yang paling layak memandikannya adalah istrinya atau sebaliknya kalau istri meninggal, suaminya paling berhak memandikannya.

Apabila orang-orang yang ada ikatan nasab tidak mampu melakukannya, jenazah bisa dimandikan oleh siapa saja yang mampu dan ahli. Silakan cermati keterangan-keterangan berikut.

Aisyah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw pernah bersabda, “Barang siapa memandikan mayat sambil menyempurnakan segala amanatnya, tidak membicarakan segala aib yang ada pada dirinya maka orang yang memandikan itu bersih dari dosa laksana seorang anak yang baru dilahirkan oleh ibunya.” Kemudian Rasulullah bersabda lagi, “Akan lebih utama yang memandikan mayat itu adalah kerabatnya, kalau dia bisa, tetapi  kalau dia tidak bisa,  siapa saja yang dipandang ahlinya, teliti, dan amanat.” ( H.R. Ahmad )

Rasulullah saw bersabda pada istrinya, “Aisyah, jika kamu meniggal terlebih dahulu, aku yang akan memandikan dan mengkafanimu serta akulah yang akan menyalati dan menguburkanmu.” ( H.R. Ahmad dan Ibnu Majah ). Hadis ini menegaskan bahwa suami bisa memandikan jenazah istrinya dan istri boleh memandikan jenazah suaminya.

Kesimpulannya, alangkah beruntung apabila kita bisa memandikan jenazah orang yang kita cintai. Sebaiknya jenazah dimandikan  oleh kerabat terdekat, namun kalau tidak mampu, bisa dibantu oleh orang yang ahli memandikan dan mengkafani. Wallahu a’lam ■

Sumber : Bedah Masalah, Percikan Iman, No. 06 Th. VIII Juni 2007 / Jumadil Ula 1428

ΩΩΩ

Entri Terkait :

  1. Mencampur Kuburan Muslim dan Non-Muslim
  2. Membaca Al-Quran di Kuburan
  3. Memperlakukan Makam
  4.  Hukum Memulangkan Jenazah Ruyati
  5. Membaca Yasin untuk Mayat
  6. Tuntunan Ziarah Kubur
  7.  Persamaan Alam Kubur dengan Kuburan
  8.  Jangan Terlalu Salahkan Diri Sendiri
  9. Wasiat  Menguburkan Mayat
  10. Membaca Al-Quran di Kuburan , Bolehkah ?
  11.  Masjid  di  Atas Kuburan
  12. Shalat Jenazah di Kuburan
  13. Hajatan  Kematian
  14. Mengurus Jenazah yang Terkena AIDS
  15. Orang  yang Berhak  Memandikan Jenazah
  16. Wanita Shalat Jenazah
  17.  Shalat Jenazah Berulang
  18.  Mati Bunuh Diri
  19.  Uang Duka
  20.  Mengubur Jenazah Malam Hari
  21. Membuka Tali Kafan
  22. Mengubur Jenazah di Laut
  23. Azan Ketika Penguburan Mayat

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aam Amiruddin, Fiqih and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Orang yang Berhak Memandikan Jenazah

  1. hatiyangluka says:

    Assalamu’akaikum wr wb.

    Mantap gan.
    Salam🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s