Wasiat Pembagian Waris


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, sebelum meninggal, orang tua pernah berkata, warisan dibagikan sama rata dengan saudara perempuan. Saya bersembilan saudara, tiga laki-laki, lima perempuan, ditambah satu orang perempuan beda bapak. Setelah orang tua meninggal, kami memiliki warisan sedikit, bagaimana cara pembagiannya?

Menurut saya, pembagian harus secara Islam, tapi saudara-saudara saya berpegang pada amanat orang tua.

Saat pembagian, saya tidak diberitahu, ternyata pembagiannya tidak sesuai dengan hukum agama. Karena saya laki-laki paling kecil, warisan saya disamaratakan dengan saudara perempuan.

Abang saya yang paling tua dapat tiga kali bagian saya, sementara yang membagikan harta itu adalah abang saya yang kedua dan dia juga dapat bagian lebih banyak dari saya. Dia memberikan bagian saya kepada abang yang pertama karena takut diancam terus. Bagaimana saya menyikapi masalah ini?

Makmur S, Bekasi

Jawaban :

Sebaik-baik wasiat adalah wasiat untuk menjalankan syariat Allah seperti dicontohkan para nabi. Firman Allah, “Adakah kamu hadir ketika Yaqub kedatangan ( tanda-tanda ) maut ketika ia berkata kepada anak-anaknya, ‘Apa yang kamu sembah sepeninggalku?’  Mereka menjawab, ‘Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail, dan  Ishaq,  ( yaitu ) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.'” ( QS Al-Baqarah : 133 ).

Jika ada wasiat yang bertolak belakang dengan syariat Allah, tidak ada ketaatan dalam memenuhi wasiat tersebut, sekalipun wasiat dari orang tua. Dalam hukum kewarisan Islam, faktor usia tidak menjadi pembeda antara ahli waris yang satu dan yang lainnya. Yang membedakan adalah faktor jenis kelamin, apakah ia laki-laki ataukah perempuan.

Dalam penyelesaian masalah kewarisan pada kasus ini, langkah pertama adalah memisahkan antara harta warisan dari ibu dan harta warisan dari bapak karena ada satu anak perempuan yang berbeda bapak. Anak tersebut hanya mendapatkan hak waris dari harta ibunya saja.

Jadi, harta  warisan  dari ibu diberikan kepada sembilan anak ( tiga laki-laki dan enam perempuan )  dan harta warisan dari bapak diberikan kepada delapan anak ( tiga laki-laki dan lima perempuan ). Adapun perinciannya sebagai berikut:

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Kamis, 6  Oktober  2011 / 8 Dzulqaidah 1432

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Waris and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s