Waris Kalalah


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Saya ingin bertanya tentang pembagian waris seorang perempuan yang wafat, tidak pernah berkeluarga, dan meninggalkan dua orang saudara kandung laki-laki, dua orang saudara kandung perempuan, dan satu orang saudara kandung perempuan yang non-Muslim. Bagaimana pula pembagian waris bagi keponakan saudara kandung perempuan dari almarhumah yang sudah terlebih dahulu meninggal pada 1980? Atas perhatiannya, saya sampaikan terima kasih.

Sutjipto Sardjono

Jawaban :

Allah SWT memberikan penjelasan dalam surah an-Nisa ayat 176. Dalam ayat tersebut, diungkapkan mengenai bagian waris saudara laki-laki atau perempuan sekandung dan saudara laki-laki atau perempuan seayah. Jika ada seseorang wafat, ia tidak mempunyai keturunan ( anak laki-laki maupun anak perempuan ) dan ayahnya telah wafat juga (masalah ini disebut al-Kalalah), tapi ia meninggalkan saudara, ada beberapa kemungkinan:

1.  Jika si mayit meninggalkan satu saudara perempuan sekandung atau seayah, bagiannya ½.

2.  Jika si mayit meninggalkan saudara laki-laki sekandung atau seayah, bagiannya ‘ashobah binnafsi.

3.  Jika si mayit meninggalkan dua atau lebih saudara perempuan sekandung atau seayah, bagian mereka 2/3.

4.  Dan, jika si mayit meninggalkan saudara laki-laki dan perempuan sekandung atau seayah, bagian mereka ‘ashobah bilghair, di mana bagian saudara laki-laki dua kali lipat bagian saudara perempuan. ( Talkhish Fiqh al-Faraidh, Syekh Ibnu Utsaimin, Dar Ibnu Jauzi, Kairo, hal 24-26 )

Melihat kasus di atas, pewaris meninggalkan ahli waris sebagai berikut:

AHLI  WARIS

BAGIAN

Saudara laki-laki sekandung

Ashobah bilghair ( 2:1 )

Saudara laki-laki sekandung
Saudara perempuan sekandung
Saudara perempuan sekandung
Saudara perempuan sekandung non-Muslim

Mahrum

Kemenakan dari saudara perempuan

Mahjub

Saudara perempuan sekandung yang non-Muslim tidak mendapatkan hak waris karena berbeda agama. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Usamah bin Zaid, “Tidaklah seorang Muslim mewariskan kepada seorang kafir, begitu pun seorang kafir tidak bisa mewariskan kepada seorang Muslim.’’ ( HR Muttafaq ‘Alaihi ).

Tetapi, dianjurkan kepada ahli waris untuk berbuat ihsan kepada saudara perempuan sekandung yang non-Muslim berupa hadiah atau pemberian yang tidak ditentukan kadarnya, disertai dengan targhib / kegembiraan agar kembali kepada fitrah ( agama tauhid ).

Adapun kemenakan dari saudara perempuan, ia termasuk golongan dzawil arham. Maka, ia terhijab oleh ahli waris yang ada. ( Tashil al-Faraidh, Syekh Ibnu Utsaimin, Dar Ibnu Jauzi, Kairo, hal 109-111). Rincian bagian ahli waris:

AHLI WARIS BAGIAN 6 KETERANGAN
Saudara laki-laki sekandung (2 bagian)

Ashobah
bilghair
( 2:1 )

6

2 2/6 x harta waris
Saudara laki-laki sekandung (2 bagian) 2 2/6 x harta waris
Saudara perempuan sekandung (1 bagian) 1 1/6 x harta waris
Saudara perempuan sekandung (1 bagian) 1 1/6 x harta waris
Saudara perempuan sekandung non-Muslim Mahrum

Kemenakan saudara perempuan Mahjub

Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Senin , 19 September 2011 / 20 Syawal 1432

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Waris and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s