Penciptaan Manusia


Oleh : M Quraish Shihab

Ustadz Quraish yang kami hormati, mengapa kita atau manusia diciptakan Allah ? Dan mengapa kita harus mempertanggungjawabkan segala perbuatan yang kita lakukan ? Apakah Allah menurunkan Adam ke bumi sebagai hukuman bagi dosa yang telah ia lakukan ? Demkian pertanyaan kami dan atas jawaban Ustadz kami ucapkan terima kasih. Wassalam.

Khairuddin , Kaliwates, Jember

Jawaban :

Makhluk-makhluk Allah banyak sekali, sebagian besar tidak kita ketahui. Ada yang hidup ada juga yang tidak memiliki hidup. Yang paling mulia di antara mereka adalah yang hidup, sedang yang paling mulia di antara yang hidup adalah yang diberi tanggung jawab.

Selanjutnya yang paling mulia di antara yang diberi tanggung jawab adalah yang berhasil mempertanggungjawabkannya. Sebagai manusia kita boleh bangga dan berterima kasih atas kesempatan hidup yang dianugerahkan kepada kita. Selanjutnya bukankah merupakan anugerah Allah kepada manusia, memberinya hidup, serta sarana kehidupan, petunjuk dan menganugerahkan surga jika manusia berhasil melaksanakan ntugasnya ? Sungguh Maha Pemurah Allah dan amat beruntung manusia.

Jika demikian, keberadaan kita di pentas bumi ini, adalah anugerah yang harus disyukri. Memang boleh jadi mereka yang ingin melepaskan diri dari tanggung jawab atau mereka yang cita-citanya sangat sederhana, akan berkata : saya lebih baik tidak hidup, tetapi tidak semua manusia seperti itu, bahkan banyak yang memilki ambisi untuk meraih yang tertinggi di alam manapun. Semua orang mendambakan yang tertinggi itu, hanya manusia yang berada pada peringkat bawah dari kemanusiaan yang enggan demikian, dan mereka itu tercela dalam pandangan manusia.

Jika demikian kita dapat berkata bahwa kita diciptakan agar dapat meraih anugerah Allah sebanyak mungkin. Cara perolehannya antara lain adalah membangun dunia ini dengan melaksanakan tugas kekhalifahan dan bila berhasil Allah akan menganugerahkan lebih banyak lagi nikmat-Nya.

Diturunkannya Adam ke bumi bukan sebagai hukuman karena rencana untuk menugaskannya di bumi telah disampaikan Allah kepada malaikat sebelum Adam diciptakan: Renungkanlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat : “Aku akan menciptakan khalifah di bumi.” ( QS 2 : 30 )

Keberadaan Adam dan pasangannya di surga, godaan setan dan keterpedayaannya merupakan pelajaran sangat berharga bagi mereka.

Surga dengan kecukupan sandang, pangan, dan papan – sebagimana diingatkan Allah kepada Adam dan Hawa ( QS 20 : 120 ) – serta keterbebasan dari segala macam dosa dan kebutuhan merupakan target yang hendaknya diwujudkan dalam kehidupan dunia, sedang pengalaman dijerumuskan oleh setan dengan segala akibatnya – adalah pelajaran kedua dari Allah – agar ketika mereka melaksanakan tugas kekhalifahan di bumi, mereka menyadari musuh mereka dan menghindarinya. Demikian Wa Allah A’lam

Sumber : Quraish Shihab Menjawab ,Dialog Jumat, Republika, Jumat, 21 Februari 2003/  19 Dzulhijjah 1423 H

Gambar : bukabuku.com

 ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aqidah, M.Quraish Shihab and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s