Harta Waris Istri


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, ada sebuah keluarga, bapak dan ibu ( almh ) dengan tujuh orang anak dewasa (dua perempuan dan lima laki-laki) , beragama Islam. Bapak adalah purnawirawan TNI, sedangkan ibu yang sudah almarhumah adalah ibu rumah tangga. Baru-baru ini, rumah tinggal yang selama ini ditempati ( atas nama bapak ) dijual seharga ( A ).

Pertanyaannya, apakah hukum waris sudah berlaku? Kalau belum, bagaimana alasannya? Dan kalau sudah berlaku, bagaimana perhitungannya? Terima kasih.

Hamba Allah

Jawaban :

Dalam kasus ini sudah berlaku hukum kewarisan, karena rukun kewarisan telah terpenuhi. Pertama, pewaris, yaitu ibu atau sebagai istri. Kedua, ahli waris, yaitu bapak atau sebagai suami dari almarhumah dan anak-anak. Dan ketiga, harta warisan. Penyelesaian masalah waris bisa dilakukan, tetapi dalam hal ini data harta waris dari almarhumah tidak dijelaskan.

Apakah almarhumah memiliki harta bawaan atau harta dapatan atau harta bersama selama pernikahan? Yang disebut dalam kasus ini hanya rumah dan kemungkinan besar rumah ini termasuk kategori harta bersama, di mana sebelum diselesaikan masalah warisnya harus diselesaikan dahulu masalah penyelesaian harta bersama (harta gana-gini), yang mana kadar bagiannya dikembalikan pada kesepakatan keluarga.

Misalkan, keluarga sepakat dalam penyelesaian harta bersama dengan kadar bagian 50 persen untuk suami ( bapak ) dan 50 persen untuk istri ( selanjutnya disebut harta warisan almarhumah ). Jika rumah tersebut terjual dengan harga Rp 1 miliar, suami mendapatkan hak gana-gini sebesar Rp 500 juta, ditambah hak waris sebesar ¼ bagian dari harta warisan almarhumah ( 1/4 x Rp 500 juta ).

Hal ini dijelaskan sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Quran surah an-Nisa: 12. “Jika istri-istrimu itu mempunyai anak, kamu ( para suami ) mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya.”

Adapun sisanya diberikan kepada anak-anak. Anak laki-laki mendapatkan dua kali lipat dari bagian anak perempuan, sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran surah an-Nisa: 11. “Allah mensyariatkan bagimu tentang ( pembagian pusaka untuk ) anak-anakmu. Yaitu, bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan.”

Berikut rincian bagian setiap ahli waris:

Suami: ¼ x Rp 500 jt = Rp 125 juta
Sisa Rp 500 juta – Rp 125 jt = Rp 375 juta

Bagian setiap anak laki-laki: 2/12* x Rp 375 juta
Bagian setiap anak perempuan: 1/12* x Rp 375 juta

*12 diambil dari jumlah bagian anak laki-laki (2 x 5 anak laki-laki =10), ditambah dengan jumlah bagian anak perempuan (1 x 2 anak perempuan = 2). Jadi, 10 + 2 = 12.

Total bagian suami:

Hak harta bersama Rp 500 juta ditambah hak waris sebesar Rp 125 juta. Total Rp 500 juta + 125 juta = 625 juta. Langkah selanjutnya, kepada ahli waris untuk mendeteksi harta waris almarhumah yang lainnya, kemudian menyelesaikan hak waris dengan kadar bagian masing-masing yang telah disebut di atas. Tentunya setelah diselesaikan dahulu wasiat, utang, dan zakatnya. Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Rabu , 7 September 2011 / 8 Syawal 1432

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Waris and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s