Sumpah Ghamus


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Belakangan ini ada fenomena kesaksian palsu para koruptor di dalam persidangan, ada yang berpura-pura lupa di depan hakim, ada yang menjadi tumbal demi atasan dan kelompoknya, yang jelas semuanya bertujuan mendapatkan harta orang lain atau aset negara. Pertanyaan saya, apa ini yang disebut sumpah ghamus? Mohon penjelasannya. Jazakallah.

Hamba Allah, Jakarta

Jawaban :

Sumpah ghamus ( sumpah palsu ) adalah bersumpah atas nama Allah tentang peristiwa yang telah berlalu dengan sengaja berdusta karena ingin mendapatkan harta dengan cara yang tidak benar, misalnya berpura-pura lupa di persidangan karena takut harta orang lain atau milik negara yang ada di tangannya bakal hilang, atau bersumpah tidak kenal seseorang yang sebenarnya dia kenal, atau pernah berjumpa, tapi mengaku tidak pernah berjumpa, dan lainnya.

Dari Abdullah bin Amru mengatakan, seorang Arab Badui menemui Nabi Muhammad SAW dan bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang dianggap dosa-dosa besar itu?” Beliau menjawab, “Menyekutukan Allah.” “Selanjutnya apa?” “Mendurhakai orang tua dan sumpah ghamus.” Kami bertanya, “Apa makna ghamus?” Rasul menjawab, “Maknanya sumpah palsu, dusta, yang karena sumpahnya ia bisa menguasai harta seorang Muslim, padahal sumpahnya bohong.”

Bersumpah palsu karena ingin mendapatkan atau mempertahankan harta yang bukan haknya adalah dosa besar ( minal kaba’ir ). ( QS Ali Imran: 77 ). Pelaku sumpah ghamus akan disiksa di neraka dan diharamkan surga untuknya walau dalam perkara sepele. “Barang siapa yang mengambil hak seorang Muslim dengan sumpahnya ( yang dusta ), Allah mewajibkan neraka untuknya, dan mengharamkan surga atasnya.” Ada seorang laki-laki yang bertanya, “Wahai Rasulullah, meskipun itu sesuatu yang sepele?” Beliau menjawab, “Meskipun itu hanya ( mengambil ) kayu siwak.” ( HR Muslim ).

Sumpah ghamus termasuk dalam kategori dosa besar karena kesaksian palsu merupakan suatu kejahatan besar yang mempunyai kerusakan besar dalam masyarakat. Kesaksian palsu akan menyebabkan pembunuhan, perampokan harta, dan penistaan kehormatan orang lain.

Juga akan menyebabkan menyebarnya rasa sakit hati, dendam, iri dan dengki, saling curiga, dan saling tidak mempercayai di antara anggota masyarakat, karena akan menghilangkan hak-hak orang lain. ( QS Al-Baqarah [2] : 283 ).

Jika seseorang melakukan kesaksian palsu, berarti dia telah melakukan dosa besar yang tidak akan diampuni Allah SWT, kecuali bertobat nasuha. Dan, jika ada harta haram yang diambilnya berdasarkan kesaksian itu, dikembalikan kepada yang berhak. Wallahu a’lam

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Rabu, 22 Februari 2012 / 29 Rabiul Awal 1433 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Bachtiar Nasir, Fiqih and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Sumpah Ghamus

  1. mustiko says:

    BETUL SEKALI TU PAK TAPI MENURUT TIKO BARANG SIAPA BERBUAT BAIK SEBIJI ZAROH
    AKAN MEMETIK SEBALIKNYA BARANG SIAPA BERBUAT JAHAT SEBIJI ZAROH JUGA AKAN
    MENDAPAT BALASANYA TAPI HANYA INSAN YANG SADAR SERTA INTROPEKSI DIRI LAH
    DAN SALING MENASEHATI DALAM KEBAIKAN

    ———————————————-

    Benar Tiko, tapi rasanya kalimat yang Anda tulis ada yang kurang akurat.

    Terima kasih.
    Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s