Wasiat dalam Waris


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

1. Kami pernah membaca fatwa ulama Timur Tengah yang menyatakan, tidak ada wasiat dalam hukum waris karena dalam Islam sudah diatur.
2. Bagaimana hukum waris Islam jika orang yang meninggal tidak memiliki anak, tapi saat meninggal, meninggalkan anak angkat, ibu kandung, dan saudara kandung?

Bayu — Purwokerto


Jawaban :

Maksud pertanyaan pertama adalah “tidak ada wasiat bagi ahli waris“. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menetapkan hak setiap ahli waris maka tidak ada wasiat bagi ahli waris.“ ( HR Tirmidzi ). Makna hadis tersebut bahwa sesungguhnya Allah telah menjelaskan hak-hak setiap ahli waris dalam firman-Nya, surah an-Nisa ayat 11-12 dan 176.

Sebelum ayat ini turun, telah turun sebelumnya ayat tentang kewajiban berwasiat, Allah berfirman, “Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu, bapak, dan karib kerabatnya secara makruf, ( ini adalah ) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa.“ ( QS al-Baqarah [2] : 180 ). Mayoritas ahlul ilmi menyatakan bahwa ayat tersebut dinas oleh ayat-ayat waris. Maka, hukum berwasiat kepada ahli waris menjadi batal. Jumhur ulama berpendapat bahwa wasiat tidak boleh untuk ahli waris, begitu pun wasiat tidak boleh lebih dari 1/3, kecuali jika semua ahli waris meridainya.

Ahli waris dalam kasus ini adalah ibu dan saudara kandung. Adapun anak angkat, tidak termasuk ahli waris karena tidak adanya sebab kewarisan dengan pewaris ( si mayat ). Tapi, anak angkat ini bisa mendapatkan selain hak waris, seperti wasiat, hadiah, atau hibah.

Perihal bagian ibu, Allah SWT berfirman, “…. jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu bapaknya ( saja ) maka ibunya mendapat 1/3. Jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara maka ibunya mendapat 1/6….“ ( QS an-Nisa [4] : 11 ). Dalam ayat ini, Allah menjelaskan tentang bagian ibu. Jika pewaris tidak mempunyai anak, ibu mendapatkan 1/3, itu pun jika si mayat tidak meninggalkan beberapa saudara (dua saudara atau lebih). Tapi, jika si mayat meninggalkan beberapa saudara, baik saudara kandung maupun saudara seayah atau seibu, ibu mendapatkan 1/6.

Dalam kasus di atas tidak dijelaskan apakah saudara kandung tersebut laki-laki atau perempuan. Begitu pun jumlah saudara tidak dijelaskan. Karena, hal ini akan memengaruhi bagian-bagian ahli waris lainnya. Allah SWT berfirman, “Mereka meminta fatwa kepadamu ( tentang kalalah ). Katakanlah, ‘Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah, ( yaitu ) jika seorang meninggal dunia dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan maka bagi saudaranya yang perempuan itu 1/2 dari harta yang ditinggalkannya dan saudaranya yang laki-laki memusakai ( seluruh harta saudara perempuan ) jika ia tidak mempunyai anak. Tetapi, jika saudara perempuan itu dua orang maka bagi keduanya 2/3 dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan, jika mereka ( ahli waris itu terdiri atas ) saudara-saudara laki-laki dan perempuan maka bagian seorang saudara laki-laki sebanyak bagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan ( hukum ini ) kepadamu supaya kamu tidak sesat. Dan, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.“ ( QS an-Nisa [4] : 176 ).

Misalnya, jumlah saudara kandung yang dimaksud adalah satu orang maka ibu mendapatkan 1/3 dan saudara laki-laki mendapatkan ‘ashobah ( sisa ) setelah bagian ibu.

Tapi, jika jumlah saudara kandung yang dimaksud adalah lebih dari satu orang maka ibu mendapatkan 1/6 dan saudara-saudara kandung mendapatkan ‘ashobah ( sisa ) setelah bagian ibu. Wallahu a’lam bish shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Senin,20 Februari 2012 / 27 Rabiul Awal 1433 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Waris and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s