Membayar Zakat Lebih Utama Melalui Lembaga Amil Zakat


Oleh : K.H. Miftah Faridl & K.H. Hilman Rosyad Syihab

Mengapa membayar zakat melalui lembaga amil lebih diutamakan daripada memberikannya langsung kepada mustahik zakat ? Apakah ada keterangannya bila ajaran Islam yang menyuruh demikian ? ( +62813206xxx )

Jawaban :

Al-Quran surat 9 : 60 menjelaskan bahwa salah satu golongan penerima zakat adalah amil ( ‘aamilin ‘alaiha ) atau orang yang mengurus, mengelola dana zakat. Hal ini menjadi dasar, menunjukkan bahwa keberadaan sekelompok orang ( lembaga ) yang mengelola zakat dengan amanah dan profesional sangat diperlukan. Selain karena sesuai dengan tuntunan Islam, juga diharapkan agar dana zakat tersebut dapat disalurkan secara cepat dan tepat kepada mustahik zakat.

Pengelolaan zakat melalui lembaga amil zakat juga didasarkan atas beberapa pertimbangan. Antara lain, pertama, untuk menjamin kepastian dan disiplin pembayar zakat  ( muzzaki ). Kedua, menjaga perasaan mustahik. Jika muzzaki menyerahkan langsung dana zakatnya, mustahik seringkali merasa rendah diri. Sehingga, lembaga amil zakat ( LAZ ) diharapkan menjadi perantara antara mustahik dan muzzaki.

Ketiga, untuk meraih sebuah efektivitas, efisiensi, dan sasaran tepat, menurut skala prioritas yang ada di sebuah wilayah. Agar zakat yang diberikan benar-benar disalurkan dengan tepat. Keempat, LAZ juga menunjukkan syiar Islam, termasuk pula ukhuwah Islamiyah ( persaudaraan Islam ) . Tentu hal ini akan menjadi ladang dakwah agar Islam kian dikenal dan dipahami masyarakat, insya Allah.

Oleh karena itu, walaupun sah-sah saja muzzaki menyerahkan zakatnya langsung kepada mustahik, namun akan sulit mencapai apa yang diharapkan seperti di atas ■

Sumber : Konsultasi Maal, Pikiran Rakyat, Selasa, 28 Sepetember 2004 / 13 Syaban 1425 H

  • Dr. K.H. Miftah Faridl & K.H. Hilman Rosyad Syihab, Lc. — Dewan Syari’ah Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhid ( DPU DT )
  • Judul asli : Lebih Utama Via LAZ

 ØØØ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Miftah Faridl & Hilman Rosyad Syihab, Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s