Tugas dan Peranan Ulama


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, yang saya tahu bahwa tugas ulama itu sangat penting di tengah umatnya, terutama di tengah masyarakat Indonesia yang sangat membutuhkan peran sentral ulama dalam memperbaiki akhlak umara dan umat secara keseluruhan. Bisakah dijelaskan apa peran dan tugas para ulama?

Irdiansyah Husein M — Kalsel

Jawaban :

Sungguh berat untuk menjelaskan hal ini karena menyangkut para guru dan orang tua yang saya hormati. Apa pun yang saya tuliskan dalam jawaban ini tak akan mengurangi rasa hormat dan tunduk saya kepada para ulama. Rasulullah bersabda, “Perumpamaan ulama di bumi adalah seperti bintang-bintang di langit yang memberi petunjuk di dalam kegelapan bumi dan laut. Apabila dia terbenam maka jalan akan kabur.“ ( HR Imam Ahmad ).

“Sesungguhnya, yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama. Sesungguhnya, Allah Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.“ ( QS Fathir [35] : 28 ).
Berdasarkan ayat di atas, peran utama ulama adalah menjadi orang yang paling taat dan takut bermaksiat kepada Allah dengan ilmu yang dimilikinya.

Rasa takut kepada Allah ini pula yang membedakan jenjang dan derajat ulama di hadapan Allah SWT. Peran dan tugas para ulama dengan `ilmu syariatnya’ memang sangat sentral dalam menerangi jalan hidup manusia. Sebab, mereka diwasiatkan Rasulullah menjalankan peran dan tugas warisan para nabi dalam keteladanan.

Pada saat mereka menjalankan peran tersebut, Allah akan tundukkan alam semesta dan isinya berdasarkan ilmu dan keyakinan yang dimiliki oleh para ulama, seperti Nabi Musa yang menaklukkan Fir’aun, Daud yang menaklukkan Jalut, Sulaiman yang menundukkan angin, jin, dan hewan.

Rasulullah bersabda, “Seluruh makhluk yang ada di langit dan di bumi, bahkan ikan-ikan di dalam air, semuanya beristigfar untuk para ulama. Sesungguhnya, kedudukan orang alim sama mulianya bulan di tengah-tengah bintang. Sesungguhnya, ulama itu adalah pewaris para nabi.“    ( HR Abu Dawud dan Tirmidzi ).

Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa ketika menafsirkan kata ulil amri dalam surah an-Nisa ayat 59 menjelaskan bahwa ulil amri itu ada dua golongan, ulama dan umara, yang keduanya harus ditaati. Lebih jauh, Ibnul Qayim dalam kitabnya I’lamul Muwaqqi’in menjelaskan, para umara ditaati karena perintahnya berdasarkan ilmu para ulama.

Jadi, menaati umara berarti menaati ulama, ketaatan terhadap sebuah perintah hanya dalam hal yang makruf dan berdasarkan ilmu, sebagaimana menaati ulama karena ketaatan kepada Rasul maka menaati umara karena menaati ulama. Begitu pentingnya tugas dan peran ulama di tengah umat dalam memberikan peringatan kepada umatnya. Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Jumat, 17 Februari 2012 / 24 Rabiul Awal 1433 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Bachtiar Nasir, Dakwah, Pendidikan and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s