Tanah Wakaf Diambil-alih oleh Ahli Warisnya


Oleh : KH Hilman Rosyad Syihab

Bagaimana hukum orang yang mewaakafkan tanah, tapi setelah meninggal, tanah wakaf itu diambil-alih lagi oleh ahli warisnya ? ( 081320101xxx )

Jawaban :

Wakif atau orang yang mewakafkan harta bendanya tetap mendapatkan pahala atas apa yang ia lakukan. Yang bersalah adalah ahli warisnya yang mengambilnya harta wakaf tersebut. Padahal harta yang sudah diwakafkan sudah bukan menjadi harta waris lagi, melainkan sudah menjadi milik umum. Dan di sinilah perlunya pencatatan wakaf secara legal

Sumber : Konsultasi ZISWa, Galamedia, Kamis, 31 Maret 2005  /  20 Safar 1426 H

  • KH Hilman Rosyad Syihab, Lc  — Dewan Syari’ah Dompet Peduli Ummat
  • Judul dari admin

 ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Hilman Rosyad Syihab, Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Tanah Wakaf Diambil-alih oleh Ahli Warisnya

  1. donny van says:

    Bagaimana Hukumnya jika Tanah Wakaf diperuntukan untuk siapa saja yang tinggal diperbolehkan oleh si pewakaf. dengan ketentuan, tanah tersebut siapa saja boleh menempati. dan membangun rumah tinggal. tetapi tidak boleh di jadikan sertifikat ataupun dijual tanah yang ditempati. Namun setelah sekian tahun orang yg mewakafkan tanah tersebut meninggal dunia. Dan kemudian masyarakat mengklim bahwa tanah yg mereka tempati adalah tanah mereka. Dan kemudian mereka menjual tanah wakaf tersebut. Dengan kejadian tersebut ahli warisnya mengetahui. bagaimana tindakan ahli waris tersebut?. Apakah ahli waris dapat mengambil alih kembali ?. ” dan bagaiman hukumnya?. sementara ahli waris tidak memiliki surat apapun. namun dari beberapa orang yang mengetahui pasti benar bahwa tanah tersebut adalah tanah wakaf dari seseorang yg sudah lama meninggal dunia. jika bisa ahli waris mengambil alih kembali tanah wakaf tersebut bagaimana caranya. ? terima kasih wassallam.

  2. donny van says:

    Perlu saya sampaikan juga mengapa saya beri gambaran mengenai tanah Wakaf diambil – alih oleh ahli waris. Seperti yang ustad utarakan saya sudah pahami. jika ahli waris mengambil kembali. itu memang tidak dibenarkan. Namun amanah dari orang yang mewakafkan memang bertujuan untuk umum. Tetapi masyarakat yang menempati tanah wakaf tersebut menjual kepada Pemerintah dengan tujuan ganti rugi. sementara para masyarakat umum yg menempati tanah wakaf tersebut sudah memiliki rumah ditempat lain. Dan tujuan masyarakat yang dulunya menempati tanah wakaf untuk tempat tinggal mereka. Nah sekarang ini memreka telah meiliki rumah baru dengan kelengkapan serba berlebihan. dan tanah wakaf yang dulunya pernah mereka tempati secara beramai2 menjual kepada Pemerintah daerah setempat. Sementara Tujuan Ahli waris mengambil alih bukan tujuan untuk memiliki tanah tersebut. Tetapi tujan mengambil alih adalah untuk mengembalikan fungsi sebagai mana mestinya amanah wakaf yang disampaikan oleh yang telah meninggal dunia tsb. bahwa tanah tersebut diwakafkan untuk bagi siapa saja yang mau tinggal didaerah tersebut. Sementara masyarakat yang telah menjual tanah tersebut sudah dibayar sebahagian oleh pemerintah. Sementara Pemerintah daerah yang membeli tanah wakaf tersebut akan digunakan tanah tersebut sebagai aset pemerintah. Mohon ustad pencerahannya. Terima kasih ” Wassalam”

  3. donny van says:

    Jawaban ustad belum memuaskan, kaitan dalam jawaban sangat baku. disitu diterangkan bahwa tujuan ahli waris mengambil alih dgn tujuan mengembalikan fungsinya sebagai tanah wakaf. tidak ada tujuan ahli waris mengambil kembali. krn dilihat dari sisi kasus tanah wakaf tersebut telah berubah fungsi. sementara masa tahun 1955 belum ada badan pertanahan yg mengurus tentang pertanahan. krn tanah tersebut diwakafkan pada masa usai kemerdekaan. dan belum ada legalitas surat menyurat utk legalisir. yg ada surat penyerahan belanda, dan tanah tsb telah dikuasai oleh pemilik yang mewakafkan sejak kemerdekaan ri. “wassallam”

  4. secara hukum islam, wakaf ada yang muaqat atau terbatas waktu dan muabad, atau selamanya. syarat rukunnya ada, dll, maka jika ikrarnya untuk tempat tinggal maka selama jadi tempat tinggal ya masih wakaf, akan tetatpi setelah yang menempati pergi atau mati, maka wakaf berhenti, karena ini terbatas waktu sebagaimana dalam ikrarnya, yaitu tempat tinggal.apabila kegiatan menempati tanah sebagai tempat tinggal selesai, maka wkaf selesai, tanah kembali kepada yg mewakafkan. namun seperti masjid mushola dll ini menjadi muabad, selamanya.

    perkara dijual kepemerintah, bisa jadi tanah sudah disertifikasi yang menenpati, maka secara hukum perdata punya hak untuk menjual, ini diluar kontek jual beli tanah wakaf yag dilarang.

    ini akibat wakaf yg blm sertifikat wakaf.
    maka jalanya ahli waris bisa mengajukan ke pengadilan agama setempat, bahwa tanah tersebut wakaf, untuk mendapat kepastian hukum.
    by gufrondotcom.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s