Sebab Lemahnya Umat Islam


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Jika dilihat dari sisi kuantitatif jumlah penduduk Indonesia begitu besar, namun secara kualitatif tak mencerminkan jumlah tersebut.

Kita melihat masjid megah marak berdiri demikian pula dengan kegiatan majelis taklim. Namun, tetap saja kualitas sumber daya manusia Muslim masih rendah, lalu apa yang menyebabkan hal ini, Ustadz ?

Suprapto H , Lumajang

Jawaban :

Dari Tsauban, ia berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Hampir bangsa-bangsa memperebutkan kalian ( umat Islam ), layaknya memperebutkan makanan yang berada di mangkok.’ Seorang laki-laki berkata,  ‘Apakah kami waktu itu berjumlah sedikit ?’ Beliau menjawab, ‘Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, namun kalian seperti buih di genangan air. Sungguh Allah akan mencabut rasa takut ( para musuh ) kepada kalian, dan akan menanamkan ke dalam hati kalian al-Wahn.’ Seseorang lalu berkata, `Wahai Rasulullah, apa itu al-Wahn ?’ Beliau menjawab, ‘Cinta dunia dan takut mati’.“ ( HR Abu Daud ).

Konstruksi bangunan sosial Islam pernah mencapai puncak kejayaan dan kegemilangannya ketika keseimbangan cara hidup umat Islam berpandukan kitab suci dan tuntunan sunah Rasul-Nya. Sayangnya, tradisi sosial itu telah tergeser oleh nilai-nilai materialisme, yakni sistem sosial yang berorientasi dan didasari ukuran-ukuran materi.

Dalam kondisi demikian, sesungguhnya sistem sosial itu dianggap sakit karena telah terjadi penyimpangan perilaku sosial, menyimpang dari sistem tauhid kepada sistem materialisme. Bentuk konkret dari sistem sosial yang sakit adalah seperti yang digambarkan oleh hadis Tsauban di atas. Umat Islam adalah segerombolan orang yang terserang penyakit berbahaya, yakni cinta dunia dan takut mati.

Penyakit yang disebut dengan istilah al-Wahn ini digambarkan sebagai bangsa yang tidak ber daulat secara politik, hukum, militer, dan ekonomi sehingga dengan mudahnya para kolonial bangsa ini menguasai aset-aset bangsa Indonesia yang mayoritasnya umat Islam. Sebab lainnya adalah seperti yang digambarkan hadis lain Rasulullah.

“Akan datang suatu zaman di mana tidak tersisa dari Islam, kecuali tinggal namanya saja, tidak tersisa dari Al-Quran kecuali tinggal tulisannya saja, masjid-masjid mereka megah dan semarak, tetapi jauh dari petunjuk Allah, ulama-ulama mereka menjadi manusia-manusia paling jahat yang hidup di bawah kolong langit, dari mulut mereka keluar fitnah dan akan kembali kepada mereka.” ( HR Baihaqi )

Hadis di atas menjelaskan lebih spesifk lagi sebab dari lemahnya umat Islam sehingga Islam tinggal simbol dalam bentuk nama belaka. Pertama, Al-Quran hanya tinggal tulisannya karena telah kehilangan fungsinya sebagai petunjuk dan dan panduan hidup.   Kedua, masjid-masjid jauh dari petunjuk Allah karena bukan Allah yang diseru dan bukan kepentingan Allah yang diperjuangkan di dalamnya.

Ketiga, ulama-ulama sudah menjadi penjahat yang paling jahat di bawah langit dan dari mulut mereka keluar fitnah-fitnah yang membahayakan diri mereka sendiri, karena berbicara dan berfatwa berdasarkan hawa nafsu dan kepentingan-kepentingan kerdil duniawi. Wallahu a’lam bish shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Selasa, 14 Februari 2012 / 21 Rabiul Awal 1433 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Bachtiar Nasir, Dunia Islam and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s