Ternak Tikus Putih


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ada teman saya yang sedang membangun bisnis ternak tikus putih. Sampai saat ini hal tersebut masih membingungkan saya, apakah bisnis tersebut boleh dilakukan atau tidak? Mohon penjelasannya, Ustadz.

Hamba Allah

Jawaban :

Tikus adalah hewan yang pada dasarnya tidak najis, kecuali apa yang dikeluarkan dari tubuhnya ( kotorannya ) dan bekas tikus itu dimakruhkan. Haram memakan dagingnya dan halal membunuhnya walau dalam keadaan berihram. Semua hewan yang diperintahkan untuk dibunuh tanpa melalui proses penyembelihan secara syar’i adalah haram dimakan.

Sebab, seandainya hewan-hewan itu halal dimakan, tentunya Nabi Muhammad tidak akan mengizinkan untuk membunuhnya, kecuali lewat proses penyembelihan yang syar’i.
Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah bersabda, “Lima jenis hewan melata barang siapa membunuhnya walaupun ketika berihram, tidaklah mengapa, yaitu kalajengking, tikus, anjing menggigit, gagak, dan burung elang.“

Diriwayatkan dari Aisyah, ia berkata, Rasulullah bersabda, “Ada lima jenis hewan fasiq (berbahaya) yang boleh dibunuh ketika sedang ihram, yaitu tikus, kalajengking, burung gagak, burung elang, dan anjing galak ( suka melukai ).“  ( HR Bukhari dan Muslim ). Tikus yang dimaksud hadis tersebut mencakup semua jenis tikus karena nash ( teks )-nya bersifat umum, mencakup semua jenis tikus dan tanpa pengecualian.

Ada dua pola orang dalam memelihara tikus putih. Pertama, sekadar hobi atau bersenang-senang semata dalam memeliharanya tanpa ada manfaat yang jelas, perkara ini sama halnya dengan memelihara binatang-binatang yang tidak bermanfaat dan menyia-nyiakan waktu dan harta tanpa manfaat.

Padahal, di antara ciri-ciri orang beriman yang akan mendapatkan kemenangan menurut Al-Quran adalah yang menjauhkan diri dari perbuatan tidak bermanfaat. Allah SWT berfirman, “Dan, orang-orang yang menjauhkan diri dari ( perbuatan dan perkataan ) yang tiada berguna.“ ( QS al-Mu’minun [23] :3 ). Kedua, membudidayakan tikus putih untuk kepentingan bisnis karena ada manfaat yang besar.

Kaidah dasar Islam dalam hal ini adalah apa yang haram dimakan maka haram juga untuk diperjualbelikan, kecuali ada manfaat lain yang dibenarkan ( mu’tabarah ) oleh agama.

Rasulullah bersabda, “Allah melaknat orang-orang Yahudi karena telah diharamkan bagi mereka lemak, namun mereka memperjualbelikannya dan memakan dari hasil pembayarannya. Sesungguhnya, Allah apabila telah mengharamkan untuk memakan sesuatu kepada suatu kaum maka Allah SWT juga mengharamkan harga ( jual belinya ).“ (HR Abu Daud dan Ahmad).

Sayyid Sabiq dalam kitabnya, Fiqh Sunnah, menyebutkan bahwa tidak boleh memperjualbelikan serangga, ular, dan tikus, kecuali apabila dapat memberikan manfaat. Di antara manfaat yang dibenarkan ( mu’tabarah ) menurut ulama sekarang adalah untuk kepentingan penelitian dan demi kemaslahatan umat manusia. Oleh karena itu, jika digunakan untuk penelitian, tikus boleh diperjualbelikan dan boleh dibudidayakan. Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Jumat, 10 Februari 2012 /17 Rabiul Awal 1433

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Ternak Tikus Putih

  1. yulianto says:

    trimakasih atas infonya….

  2. almiah says:

    gak mslah,dgn bisnis tikus putih,kan bt pakan ternak kaya pakan ular,sejenis reptil lain,yg penting gak dikonsumsi aja…ok..

    • Yusuf Irfanuddin says:

      nha itu masalahnya, padahal jual beli ular kan juga tidak boleh, jd knapa di pelihara?
      trus kitanya malah jual tikusnya untuk memberi makan ular yg tidak boleh di jual belikan tersebut,
      mohon penjelasan dari Ustadz

  3. Rizal says:

    asal jangan disebar aja tikusnya trs masuk² kerumah tetangga

  4. sablenk says:

    ini gimana critanya??? kok gk diterusin,, padahal aku rencana mau ternak tikus putih, karena bisnis tersebut sngat menggiurkan,, tp diperjual belikan untuk makan reptile, soalnya jarang ada yg dibuat penelitian….
    tolong pertanyaan Yusuf Irfanuddin dijawab ustad,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s