Hukum Ikhtilath


Oleh : M Quraish Shihab

Pak Quraish Shihab yang terhormat,
Bagaimana hukum ikhtilath ( campur baur ) antara pria dan wanita yang bukan mahram dalam Islam ? Atas jawaban Bapak, saya ucapkan terima kasih.

Juanda

Jawaban :

Bercampur antara pria dan wanita terlarang apabila berduaan, karena setan akan menjadi teman mereka berdua. Demikian juga jika sekumpulan orang yang kesemuanya memiliki kecenderungan untuk durhaka.

Adapun jika ikhtilath ( percampuran ) itu terjadi di ruang terbuka dan dihadiri banyak orang, sehingga tidak dikhawatirkan adanya kemungkinan terjadi kedurhakaan, maka itu dapat dibenarkan.

Wanita-wanita zaman Nabi pun terlibat dalam sekian banyak kegiatan dimana terdapat pria-pria Muslim. Wanita-wanita misalnya terlibat sebagai tenaga perawat dalam peperangan. Bahkan seorang wanita yang pandai menulis pernah ditugaskan Sayyidina Umar ra untuk menangani urusan pasar Madinah pada masa pemerintahan beliau. Demikian,  Wa Allah A’lam

Sumber : Quraish Shihab Menjawab ,  Dialog Jumat, Republika, Jumat, 25 Juli 2003 /  25 Jumadil Awal 1424 H

 ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Fiqih, M.Quraish Shihab and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s