Muhammad di Mata Heraklius


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Saya pernah mendengar bahwa kaisar Romawi yang berkuasa pada masa hidup Rasulullah Muhammad adalah Heraklius. Konon, Heraklius sangat mengagumi Muhammad karena semua kriteria kerasulan melekat pada beliau. Apakah kekaguman Heraklius itu menunjukkan nama dan kriteria Muhammad telah tertuang dalam Taurat dan Injil?

Shafwana , Bukit Duri

Jawaban :

“… Sungguh dia akan menguasai tanah yang sekarang berada di bawah kedua telapak kakiku ini dan seandainya aku ada harapan untuk menjumpainya, pasti aku mengharuskan diriku untuk menemuinya. Dan seandainya aku sudah berada di hadapannya pasti aku akan basuh kedua telapak kakinya…“ ( Bukhari – 2723 ).

Flavius Heraklius Augustus ( 11 February 641 ) adalah seorang kaisar Byzantium yang sangat terkesan dengan kerasulan Muhammad karena semua kriteria kerasulan yang termaktub dalam Taurat dan Injil ada pada diri Muhammad. Walaupun demikian, dia kecewa pada keputusan Tuhannya karena telah mengutus seorang Rasul bukan dari kaumnya ( Bani Israil ), melainkan justru dari bangsa Arab yang menjadi musuhnya.

Yang menarik, saksi dari peristiwa kekaguman Heraklius kepada Muhammad adalah Abu Sufyan bin Harb, yang saat itu masih menjadi musuh Rasulullah. Peristiwanya terjadi ketika berlangsung dialog di antara dua golongan musuh Islam. Pertama, kafilah dagang Arab Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan bin Harb dan kaisar Heraklius bersama para pembesar Romawi.

Mereka mempertanyakan seputar pengakuan Muhammad sebagai nabi dan utusan Allah. Dan di ujung kisah, akhirnya Abu Sufyan berkata, “Demi Allah, aku senantiasa merasa hina dan sangat yakin bahwa urusan  (agamanya ) akan berjaya hingga akhirnya Allah membukakan hatiku untuk menerima Islam, padahal sebelumnya aku membencinya.“ Subhanallah.

Beberapa kriteria dakwah Muhammad dalam hadis-hadis berikut menjadi penyebab kekaguman Heraklius dan hal itulah yang ia temui dalam kitab sucinya ( Injil ).

Abu Sufyan bercerita bahwa Raja Heraklius berkata kepadanya, “Aku telah bertanya kepadamu apa yang dia perintahkan kepada kalian, lalu kamu menjawab bahwa dia memerintahkan kalian untuk shalat, bersedekah ( zakat ), menjauhkan diri dari berbuat buruk, menunaikan janji, dan melaksanakan amanah.“  Lalu, dia berkata, “Ini adalah di antara sifat-sifat seorang Nabi.“ ( Bukhari )

Abu Sufyan bin Harb mengabarkannya bahwa Heraklius berkata kepadanya, “Aku telah bertanya kepadamu bagaimana kesudahan peperangan antara kalian dan dia, lalu kamu jawab bahwa peperangan yang terjadi bergantian saling mengalahkan. Begitulah adanya para rasul, di mana dia diuji kemudian akhirnya mereka mendapatkan kejayaan.“ (Bukhari).

Hal ini menunjukkan, nama Muhammad dan karakternya telah tertulis dalam Taurat dan Injil. Dan, mereka telah mengetahui hal ini dengan jelas, Allah berfirman, “Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab ( Taurat dan Injil ) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan, sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.“ ( QS Albaqarah [2] : 146 ). Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Senin, 6 Februari 2012 / 13 Rabiul Awal 1433

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Sejarah and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s