Bahaya Berkhalwat


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Saya mahasiswi sebuah universitas yang ruang belajarnya bercampur antara mahasiswa dan mahasiswinya, serta sering terjadi khalwat antara mereka karena berbagai kondisi.

Ada ganjalan dalam hati saya karena saya tahu ada larangan dalam Islam bagi seorang Muslimah berkhalwat dengan yang bukan mahramnya. Apakah alasan dan risiko dari larangan berkhalwat dalam Islam?

Hamba Allah

Jawaban :

Alasan paling mendasar adalah adanya larangan dari Rasulullah. Di antara peran Nabi sebagai rahmat bagi semesta adalah bimbingan gaya hidupnya yang menyelamatkan manusia dari jurang kenistaan. Nabi bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa ada mahram wanita itu karena setan menjadi yang ketiga di antara mereka berdua.“ ( HR Ahmad ).

Khalwat adalah berdua-duaannya seorang laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya atau orang yang haram dinikahi selamanya dan tak dilihat oleh orang lain. Khalwat bisa juga jika seorang wanita berada bersama beberapa orang laki-laki yang kita tidak yakin terhadap agama dan akhlaknya.

Begitu pula jika ada seorang laki-laki bersama dengan beberapa wanita yang jelas keburukan akhlaknya, bahkan hal itu mungkin lebih mendorongnya untuk melakukan maksiat. Khalwat juga dapat terjadi di tempat yang terbuka, tapi tidak ada orang atau di jalan yang jarang dilalui orang. Hukum berkhalwat adalah haram disertai syahwat atau tidak.

Dalam kitab al-Majmu’ syarh almuhazzab, Imam Nawawi menegaskan, jika seorang laki-laki berdua-duaan dengan seorang wanita tanpa ada orang ketiga di antara mereka, hukumnya adalah haram menurut ijma ulama. Begitu juga kalau ada di antara mereka orang yang kita tidak malu terhadap mereka karena dia masih kecil, seperti bayi berumur dua atau tiga tahun, karena keberadaan mereka hukumnya adalah seperti tiada.

Seperti Saudari yang bertanya, mungkin masih banyak lagi yang bertanya mengapa Rasulullah begitu tegas melarang kita berkhalwat? Mungkin berdasarkan hadis di atas, kita dapat berkesimpulan, Rasulullah melarang khalwat agar kita tidak terjatuh kepada perbuatan maksiat karena adanya setan yang selalu menggoda manusia untuk berbuat durhaka kepada Allah SWT.

Namun, terkadang karena kita terlalu yakin dengan diri kita tidak akan berbuat maksiat, kita menganggap enteng larangan Nabi. Sebuah penelitian ilmiah yang hasilnya dipublikasikan di Daily Telegraph dan dimuat juga di berbagai situs, misalnya http://www.kaheel7.com, membahas soal ini.

Dalam penelitian itu, para peneliti di Universitas Valencia menegaskan, seorang yang berkhalwat dengan wanita yang menarik akan menyebabkan kenaikan sekresi hormon kortisol. Kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab terhadap terjadinya stres dalam tubuh.

Sungguh akan ada banyak penyakit yang dapat dihindari jika kita menaati sunah-sunah Rasulullah, baik penyakit fisik, psikis, sosial, maupun perilaku sosial. Wallahu a’lam bish shawab ■

 

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Sabtu, 4 Februari 2012 / 11 Rabiul Awal 1433

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Bachtiar Nasir and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s