Akibat Pembiaran Maksiat


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, kalau kita lihat di masyarakat sekarang ini, seakan-akan kemaksiatan yang dilakukan dengan terang-terangan adalah suatu hal yang biasa. Hal itu tidak lagi mengganggu perasaan dan pikiran kita yang mayoritas adalah umat Islam selama kemaksiatan itu tidak mengganggu ketenangan dan kehidupan individu kita masing-masing. Bagaimana akibat menyebarnya maksiat ini, Ustadz?

Hamba Allah

Jawaban :

Allah SWT berfirman, “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan ( dengan ) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi ( penduduknya ) mengingkari nikmat-nikmat Allah. Karena itu, Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.“ ( QS al-Nahl [16] : 112 ).

Ketika budaya serbaboleh telah bertemu dengan sikap egois yang didasari ideologi hak asasi manusia sekuler, akan hancurlah tatanan sosial masyarakat itu jika dipandang dari sudut sosiologi Islam. Setiap tindakan akan ada konsekuensinya. Sebagaimana aturan Allah jika sudah diukur dengan selera akal dan perasaan manusia, maka akibat pertama adalah datangnya berbagai musibah.

Walaupun, itu hanya sebagiannya yang ditimpakan oleh Allah karena sebagaian dosa sudah Allah maafkan. “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkan sebagian besar ( dari kesalahan-kesalahanmu ).“ ( QS Asy-Syura [42] : 30 ).

Imam al-Thabari dalam menafsirkan ayat 30 dari surah Asy-Syura di atas menjelaskan, segala musibah yang menimpa manusia di dunia ini, baik yang berkaitan dengannya, keluarganya, maupun hartanya, adalah sebagai balasan dari Allah atas sebagian dosa-dosa yang dilakukannya dan masih banyak lagi dosa-dosa yang Allah ampuni.

Selanjutnya, jika pembiaran terhadap maksiat terus dilakukan sampai kemaksiatan dilakukan dengan terang-terangan dan orang baiknya ( saleh ) tidak mengambil tindakan amar makruf nahi mungkar, maka musibah akan merata dan tidak hanya menimpa orang yang zalim saja.

Jika sekumpulan orang baik yang punya kekuatan moral dan kekuasaan serta materi tidak segera bertindak, padahal mereka mampu melakukannya, maka bencana juga akan menimpa mereka.

Rasulullah juga menyebutkan sebagian musibah dan bencana yang akan menimpa suatu masyarakat jika kemaksiatan telah menyebar dan dilakukan secara terang-terangan dalam masyarakat tersebut. Jangan biarkan kemaksiatan merajalela dan dilakukan dengan terang-terangan di tengah-tengah kita tanpa ada lagi rasa malu dan takut dari para pelakunya. Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Jumat, 3 Februari 2012/ 10 Rabiul Awal 1433

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Bachtiar Nasir and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s