Menjamak dan Mengqashar Shalat


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, saya ingin menanyakan sejumlah hal ketika kita menjamak shalat. Apakah dibolehkan salah satu saja yang diqashar, misalnya, jamak takdim Zhuhur (empat rakaat), sedangkan Ashar diqashar (dua rakaat)? Bila melakukan jamak takhir, misalnya, shalat Zhuhur pada waktu Ashar, shalat manakah yang didahulukan, Zhuhur dulu atau Ashar?

Hamba Allah

Jawaban :

“Dan, apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqashar sembahyang ( mu ), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.“ ( QS al-Nisa [4]: 101 ). Islam adalah agama yang mudah termasuk dalam perkara menjamak dan menqashar shalat dalam perjalanan atau dalam kondisi tertentu.

Contohnya dalam perjalanan, sakit keras, hujan deras, takut ancaman berbahaya, dan halangan lainnya. Itu adalah kemurahan dan dispensasi dari Allah SWT kepada hamba-Nya. Diriwayatkan dari Ya’la bin Umayyah, ia berkata, “Saya bertanya kepada Umar bin Khattab tentang ( Firman Allah ), Laisa `alaikum junahun an taqshuru minashalah in khiftum an yaftinakumu-lladzina kafaru.“ ( QS al-Nisa` [4]: 101 ).

Padahal, sesungguhnya orangorang dalam keadaan aman. Kemudian Umar berkata, “Saya juga heran sebagaimana Anda heran terhadap hal itu.“ Kemudian saya menanyakan hal itu kepada Rasulullah dan beliau bersabda, “Itu adalah pemberian Allah yang diberikan kepada kamu sekalian, maka terimalah pemberian-Nya.“( HR Muslim ).

Ada kalanya kemudahan itu berkaitan dengan waktu pelaksanaannya, yaitu dengan menjamak ( mengumpulkan dua shalat dalam satu waktu tertentu ) dan ada kalanya berkaitan dengan keringanan dalam pelaksanaanya, yaitu dengan mengqashar (memendekkan) jumlah rakaatnya. Berdasarkan ayat dan hadis di atas, mengqasahar yang empat rakaat menjadi dua hanya bagi musafir.

Musafir adalah orang yang melakukan perjalanan jauh. Qashar tidak diperbolehkan bagi yang lainnya. Perjalanan yang membolehkan seseorang mengqashar shalatnya menurut Mazhab Maliki, Syafii, dan Hambali, serta al-Laytsy dan Al-Awza’i adalah perjalanan dua hari — tidak harus dua malam juga — dengan berjalan kaki atau kendaraan unta dalam tempo normal, sekitar empat burd atau 48 mil.

Dalam menjamak shalat Zhuhur dan Ashar, sebenarnya tidak ada alasan untuk membedakan antara kedua shalat tersebut. Pada umumnya ulama membolehkan mengqashar salah satu shalat dan menyempurnakan yang lain, tetapi ulama menambahkan itu menyalahi sunah ( khilafussunnah ) karena sunahnya adalah mengqasharkan kedua shalat tersebut selama masih dalam perjalanan.

Dalam jamak takhir, diperbolehkan mendahulukan shalat Ashar dahulu baru kemudian melaksanakan shalat Zhuhur. Namun, yang lebih utama adalah melakukannya sesuai urutan shalat, yaitu melakukan shalat Zhuhur dahulu baru kemudian Ashar.

Diriwayatkan dari Anas, ia berkata, “Rasulullah jika berangkat dalam bepergiannya sebelum tergelincir matahari, beliau mengakhirkan shalat Zhuhur ke waktu Ashar, lalu beliau turun dari kendaraan dan beliau menjamak dua shalat tersebut. Apabila matahari sudah tergelincir sebelum beliau berangkat, maka beliau shalat Zhuhur terlebih dahulu kemudian naik kendaraan.” ( Muttafaq ‘Alaih ). Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Selasa, 31 Januari 2012/7 Rabiul Awal 1433 H

Judul asli : Menjamak Shalat

ΩΩΩ

Entri terkait:

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Shalat and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s