Kesetiakawanan Sosial


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah Muslim seharusnya menjadi teladan bagi semua umat dalam membangun tatanan sosial yang damai, sejuk, dan tenteram. Pertanyaan saya, bagaimana Islam memandu umatnya dalam membangun kesetiakawanan sosial?

Hamba Allah

Jawaban :

Universalitas Islam sebagain din telah dibuktikkan dengan meletakkan dasar-dasar kesetiakawanan sosial dengan sempurna. Bangunan sosialnya pun telah dicontohkan Rasulullah dan para sahabatnya dan terus dipraktikkan dari masa ke masa. Insya Allah, hal tersebut akan terus ada selama umat Islam berpegang teguh pada nilai-nilai sosial Islam.

Yang menjadi ciri khas kesetiakawanan sosial Islam adalah cinta kasih yang tulus tanpa tendensius keduniaan. Rasa cinta kasih inilah yang menjadi puncak kesetiakawanan sosial Islam.

Fitrah manusia sebagai makhluk sosial telah dibimbing Islam dalam membangun tatanan sosial berbasis kesetiakawanan sosial dengan sejumlah pola. Pertama, bangunan sosial berdasarkan cinta dan kasih sejati. Rasul bersabda, “Perumpamaan kaum mukminin dalam kecintaan dan kasih sayang antarmereka adalah bagaikan satu jasad. Apabila satu anggota tubuh sakit, seluruh badan akan menjadi susah tidur dan seperti sering demam.” (HR Muslim).

Kedua, menunjukkan rasa empati dan persaudaraan dalam bentuk menghargai dan memenuhi hak-hak persaudaraan. Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Hak Muslim terhadap Muslim yang lain ada enam. Para sahabat bertanya, “Apa saja wahai Rasulullah?“ Beliau bersabda, “Apabila engkau berjumpa dengannya, ucapkanlah salam. Bila ia mengundangmu, penuhilah undangannya. Bila ia meminta nasihat, nasihatilah. Bila ia bersin lalu mengucapkan tahmid ( alhamdulillah ), doakanlah ( dengan ucapan: `Yarhamukallaah’ ). Bila ia sakit, jenguklah.Dan bila ia wafat, antarkanlah jenazahnya ( ke pemakaman ).”( HR Muslim ).

Tak cukup hanya dengan bentuk amar makruf, bimbingan teks syariah juga menerapkan metode nahi mungkar dalam membimbing terbangunnya kesetiakawanan sosial Ilahiah. Rasul bersabda, “ Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Dia tidak boleh menzaliminya dan menyerahkannya kepada musuh. Dan siapa yang berusaha memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Siapa yang menghilangkan kesusahan seorang Muslim, Allah akan menghilangkan darinya kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa menutupi aib seorang Muslim, Allah akan menutup aibnya pada hari kiamat. “( HR Bukhari dan Muslim ).

Sedangkan yang ketiga, kesiapan untuk berbeda. Sejak awal Allah menjadikan umat manusia berbeda suku dan bangsa dengan tujuan agar mereka saling mengerti dan memahami satu sama lain. Selain itu, saling pengertian ini adalah takdir yang baik dan sudah menjadi ketetapan-Nya. Sebab, perbedaan tak akan dapat dihindarkan dan yang terbaik adalah mau memahami kekurangan pihak lain.

Keempat, menjadi bagian dari solusi, bukan sebagai bagian dari problem. Berbagai macam bentuk konflik akan selalu muncul. Seorang mukmin harus memiliki peran strategis dalam menyelesaikan suatu persoalan dan bukan menjadi bagian dari persoalan. Di antara kontribusi itu adalah tidak meremehkan dampak dari kebaikan sekecil apa pun.

Solidaritas sesama mukmin dalam membangun kesetiakawanan sosial adalah dengan membela kehormatan saudaranya dari penistaan. Wallahu a’lam bi shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Rabu, 25 Januari 2012 / 1 Rabiul Awal 1433 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Bachtiar Nasir and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s