Hak Eksklusif Anak Sulung


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Saya anak laki-laki pertama dari empat bersaudara. Ibu kandung saya meninggal saat saya masih kecil dan dari ibu kandung tersebut saya mempunyai seorang adik laki-laki. Agar tali keluarga tidak putus, ayah saya menikah lagi dengan adik dari ibu kandung saya (bibi saya) dan memperoleh seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan.

Yang ingin saya tanyakan, bagaimanakah pembagian warisan jika ayah saya meninggal dunia? Apakah saya sebagai anak sulung mempunyai hak mengatur penggunaan harta atau mewarisi usaha ayah?

Hamba Allah

Jawaban :

Dalam kasus ini, yang berhak mendapatkan harta waris dari ayah Anda jika beliau meninggal adalah istri ( bibi Anda ) dan empat orang anak. Tiga anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Tetapi, sebelum menyelesaikan kasus ini, seharusnya diselesaikan masalah kewarisan dari almarhumah ibu Anda dahulu. Karena, Anda dan adik Anda mendapatkan hak waris dari harta ibu Anda ketika meninggal.

Jadi, sebaiknya tanyakan kepada ayah Anda ( asumsi kami beliau belum meninggal ), adakah harta yang menjadi hak ibu Anda, seperti harta bawaan sebelum menikah, harta dapatan berupa mahar, hadiah, atau harta bersama, di mana ibu Anda memiliki peran dalam harta bersama tersebut ( persentasenya disesuaikan dengan peran ).

Maka, seluruh harta itu ( harta bawaan, harta dapatan, dan harta bersama ) dibagikan kepada suami dan anak-anaknya. Dengan pembagian 1/4 untuk suami ( ayah Anda ) dan sisanya untuk Anda dan adik Anda dengan pembagian yang sama.

Ahli Waris

Bagian

4×2

8

Keterangan

Suami

1/4

1

2

2/8 x harta waris
Anak laki-laki

Sisa

3

3

3/8 x harta waris
Anak laki-laki

3

3/8 x harta waris

Dengan demikian, harta warisan yang dibagikan kepada istri kedua ( bibi Anda ) dan empat orang anak ( Anda dan adik Anda termasuk didalamnya ) adalah harta murni yang dimiliki oleh ayah Anda. Baik dalam bentuk harta bawaan sebelum pernikahan maupun harta dapatan seperti bagian waris dari istri pertama yang sudah meninggal maupun harta hasil usaha beliau atau harta bersama, di mana ayah Anda memiliki peran dalam harta bersama tersebut ( persentase bagian disesuaikan dengan peran ).

Ahli Waris

Bagian

8

8

Keterangan

Istri kedua

1/8

1

1

1/8 x harta waris
Anak laki-laki       (2)

Sisa

7

2

2/8 x harta waris
Anak laki-laki       (2)

2

2/8 x harta waris
Anak laki-laki       (2)

2

2/8 x harta waris
Anak perempuan  (2)

1

1/8 x harta waris

Maka, Anda dan adik Anda mendapatkan dua bagian. Bagian dari almarhumah ibu dan bagian dari ayah. Pada dasarnya, anak sulung tidak memiliki hak eksklusif mengatur penggunaan harta atau mewarisi usaha warisan orang tua. Semuanya harus dibagi berdasarkan persentase hak masing-masing. Baru setelah itu jika ada kesepakatan dari semua ahli waris, anak sulung ataupun siapa saja yang disepakati boleh untuk mengatur penggunaan harta waris peninggalan orang tua. Wallahu a’lam bi shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Selasa, 24 Januari 2012 / 30 Safar 1433 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Waris and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s