Al-Quran Belum Lengkap ?


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Saya pernah membaca artikel dan mendengar seorang tokoh ormas Islam besar yang mengatakan sesungguhnya Al-Quran itu tidak lengkap alias ada naskah yang hilang. Pertanyaan saya, apakah Al-Quran yang sekarang itu sudah lengkap karena saya mendengar ada sebagian ayat yang tidak tertulis?

Wahyoe, Cibubur

Jawaban :

Allah SWT telah menjamin pemeliharaan Al-Quran dengan ungkapan menjaganya sendiri. Allah berfirman, “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.“ ( QS al-Hijr [15] : 9 ).

Mengenai jaminan Allah terhadap kesucian dan kemurnian Al-Quran itu serta penegasan bahwa Allah sendirilah yang memeliharanya akan terbukti jika diperhatikan dan dipelajari dari sejarah turunnya Al-Quran. Cara-cara yang dilakukan Nabi, di antaranya menyiarkan, memelihara, dan membetulkan bacaan para sahabat serta melarang menulis selain ayat-ayat Al-Quran.

Lalu, usaha pemeliharaan Al-Quran dilanjutkan para sahabat, tabiin, dan oleh setiap generasi Muslim yang datang sesudahnya sampai sekarang. Dalam kitab sahihnya, Bukhari telah mengemukakan tentang adanya tujuh hafiz. Mereka adalah Abdullah bin Mas’ud, Salim bin Ma’qal mantan budak Abu Hudzaifah, Mua’az bin Jabal, Ubai bin Ka’ab, Zaid bin Tsabit, Abu Zaid bin Sakan, dan Abu Darda’.

Terjadinya Perang Yamamah yang merenggut korban kurang lebih 70 sahabat penghafal Al-Quran mendorong Umar bin Khattab menyarankan kepada Khalifah Abu Bakar agar menghimpun surat-surat dan ayat-ayat yang masih berserakan ke dalam satu mushaf. Pada mulanya, Khalifah Abu Bakar menolak usulan Umar.

Tapi pada akhirnya, Abu Bakar memerintahkan Zaid bin Tsabit memimpin tugas kodifikasi ini dengan bantuan Ubay bin Ka’b, Ali bin Abi Thalib, Usman bin Affan, dan beberapa sahabat qurra’ lainnya. Meskipun Zaid bin Tsabit seorang hafiz dan banyak menuliskan ayat-ayat Al-Quran pada masa Nabi, ia tetap sangat berhati-hati dalam melakukan pengumpulan ayat-ayat Al-Quran itu.

Di dalam usaha kodifikasi ini, Zaid bin Tsabit berpegang pada tulisan-tulisan yang tersimpan di rumah Rasulullah, hafalan-hafalan dari sahabat, dan naskah-naskah yang ditulis para sahabat untuk mereka sendiri. Zaid bin Tsabit menghimpun Al-Quran sesuai petunjuk Rasulullah sebelum wafat dan menulisnya di atas lembaran-lembaran kertas yang disebut suhuf.

Suhuf itu lalu disusun menjadi satu mushaf dan diserahkan kepada Abu Bakar. Mushaf ini tetap disimpan Abu Bakar sampai ia wafat. Ketika Umar menjadi khalifah, mushaf itu pun berada dalam pengawasannya. Setelah Umar wafat, mushaf ini disimpan di rumah Hafshah, putrinya yang juga adalah istri Rasulullah.

Pada masa Khalifah Usman bin Affan, timbul perbedaan pendapat di kalangan umat Islam mengenai qira’ah ( cara membaca Al-Quran ). Perbedaan pendapat ini mulanya disebabkan oleh sikap Rasulullah yang memberi kelonggaran kepada kabilah-kabilah Arab yang ada pada masa itu untuk membaca dan melafalkan Al-Quran sesuai dialek mereka.

Kemudian, Usman meminjam mushaf Al-Quran yang disimpan di rumah Hafshah dan memberikannya kepada panitia yang telah terbentuk. Tugas utama tim ini ialah menyalin mushaf itu ke dalam beberapa naskah sambil menyeragamkan dialek yang digunakan, yaitu dialek Quraisy. Setelah tugas panitia selesai, Usman mengembalikan mushaf yang telah disalin itu kepada Hafshah.

Al-Quran yang telah disalin dengan dialek yang seragam itulah yang disebut Mushaf Usmani. Semuanya berjumlah lima buah. Satu mushaf disimpan di Madinah, yang dikenal dengan Mushaf al-Imam. Empat lainnya dikirim ke Makkah, Suriah, Basrah, dan Kufah untuk disalin dan diperbanyak. Usman memerintahkan agar mengumpulkan semua tulisan Al-Quran selain Mushaf Usmani Usman memerintahkan agar mengumpulkan semua tulisan Al-Quran selain Mushaf Usmani untuk dimusnahkan. Wallahu a’lam bi shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Jumat, 27 Januari 2012 / 3 Rabiul Awal 1433

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Al-Quran, Bachtiar Nasir and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Al-Quran Belum Lengkap ?

  1. Bandot tua says:

    KENAPA HARUS JADI KARYA USMAN.SEDANG KITAB YANG DI PINJAM ADALAH MILIK ABU BAKAR…….APAKAH MILIK ABUBAKAR KURANG SEMPUNA…..TIDAKKAH ANDA CURIGA…..
    KENAPA DI BAKAR………….MENGHILANGKAN JEJAKKAH….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s