Menjamak Shalat Karena Pekerjaan


Oleh : M Quraish Shihab

Bapak Quraish Shihab yth, kami bekerja dua orang secara bergantian, menjaga dua toko yang berdampingan. Saya dari pagi sampai sore, sedang teman saya dari sore sampai malam. Seringkali saya terlambat shalat, misalnya shalat Dzuhur jam 14.30 dan Ashar 17.45.

Teman saya tersebut menyuruh saya menjamak, dengan alasan Islam tidak pernah memberatkan umatnya. Apakah pendapat teman saya itu bisa diterima ? Mohon penjelasan Bapak yang sejelas-jelasnya. Terima kasih,

Eni Nurmala , Jakarta

Jawaban :

Menjamak shalat ada syarat-syaratnya , tidak termasuk apa yang Saudara sebutkan di atas. Benar ada ulama yang membolehkan menjamak pada saat kesibukan, atau alasan tertentu. Namun, mereka menekankan bahwa hal tersebut tidak boleh dijadikan kebiasaan.

Ulama-ulama bermazhab Syiah membolehkan menjamak shalat setiap saat. Dzuhur dan Ashar serta Maghrib dan Isya’, namun mereka menekankan bahwa adalah lebih baik bila masing-masing shalat dilaksanakan pada waktunya tanpa menjamak.

Di samping itu alasan mereka untuk membolehkan menjamak – menurut hemat saya – tidak meyakinkan alias lemah. Benar ada hadis yang mereka kemukakan, namun dapat mengandung beberapa interpretasi. Sangat  riskan meninggalkan kebiasaan yang dilakukan Nabi dan sahabat-sahabat beliau secara pasti dan disepakati yakni shalat lima kali dalam lima waktu, kemudian mengamalkan satu dua hadis yang maknanya belum tentu membolehkan menjamak setiap waktu, sebagaimana pandangan Syiah.

Karena itu, saya tidak mendukung  Saudara mengamalkan nasihat teman Saudara itu. Islam, memang tidak memberatkan umatnya, tetapi apakah shalat pada waktunya memberatkan ?  Kemudahan agama, bukan berarti izin menggampangkannya. Apalah arti shalat beberapa menit ? Bahkan sambil menjaga toko, Anda dapat melakukannya.

Hadis yang menyatakan bahwa Nabi menjamak shalatnya itu, boleh jadi kasusnya seperti Anda yakni shalat pada akhir waktu. Nabi SAW shalat pada akhir waktu Dzuhur, begitu selesai waktu Ashar masuk dan ketika itu Nabi pun shalat Ashar, sehingga terlihat bagaikan Nabi menjamaknya. Padahal tidak, karena beliau shalat masing-masing pada waktunya, Dzuhur pada akhir waktunya dan Ashar pada awal waktunya.

Di sisi lain perlu Anda ketahui bahwa dalam mazhab Abu Hanifah, shalat Ashar pada akhir waktunya lebih baik daripada awal waktunya , dengan alasan bahwa sesudah Ashar tidak ada lagi shalat sunnah, sehingga dengan mengundurkannya, ada kesempatan melakukan shalat-shalat sunnah.  Imam Malik juga menilai bahwa sebaiknya shalat Dzuhur dilaksanakan tidak begitu azan tiba, tetapi ditunda beberapa  saat setelah azan. Mazhab Syafi’i menganjurkan melaksanakan semua shalat termasuk Isya sejak awal waktunya, kecuali Dzuhur yang dianjurkannya untuk dilaksanakan sedikit terlambat yakni bukan pada saat matahari sedang terik-teriknya. Demikian tulis Azzuhaily dalam bukunya Al-Fiqh Al-Islamy Wa Adillatuh.

Perlu juga ditambahkan bahawa seandainya waktu shalat berikut tiba sedang Anda masih sedang shalat untuk waktu sebelumnya, katakanlah Anda sedang shalat Dzuhur, ketika azan Ashar dikumandangkan maka bila Anda telah menyelesaikan satu rakaat dalam arti telah selesai dua sujudnya, maka anda dinilai oleh ulama bermazhab Syafi’i  dan Malik telah melaksanakan shalat adaa’an ( pada waktunya ) bukan qadhaan ( tertunda sesudah waktunya ).

Bahkan dalam mazhab Abu Hanifah, jika Anda dapat melakukan takbir pada waktu shalat yang Anda laksanakan,  kemuadia masuk waktu shalat berikutnya, maka shalat Anda pun dinilai adaa’an. Bukankah ini disebut kemudahan ??? ■

Sumber : Quraish Shihab Menjawab ,  Dialog Jumat, Republika, Jumat, 27 Desember 2002 / 22 Syawal 1423

Judul asli : Menjamak Shalat

 ΩΩΩ

Entri terkait:

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Fiqih, M.Quraish Shihab, Shalat and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Menjamak Shalat Karena Pekerjaan

  1. astrid says:

    Terimakasih, infony sangat bermanfaat dan mampu hapus keraguan

  2. assalamualaikum wr. Wb.

    Saya mau tanya..Apakah boleh menjamak sholat dhuhur di waktu ashar dikarena kan saya harus sekolah pada jam sholat dhuhur..Dan rumah saya cukup jauh dari sekolah saya?karena saya khawatir terlambat

    tolong dijawab ya..trima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s